Bos Tri: Registrasi Kartu SIM Dongkrak Transaksi Pulsa

Oleh Jeko I. R. pada 21 Des 2017, 08:30 WIB
Tri Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu dampak yang terjadi usai implementasi registrasi kartu SIM prabayar diterapkan adalah berkurangnya penjualan kartu SIM perdana prabayar. Hal tersebut diakui oleh Hutchison Tri.

Disampaikan M Danny Buldansyah, Wakil Direktur Hutchison Tri Indonesia, saat pertama kali registrasi diterapkan, pengaktifan kartu SIM perdana mulai berkurang. Akan tetapi, pengisian saldo pulsa justru malah bertambah.

"Ini yang jelas terlihat. Lagipula berkurangnya penjualan kartu perdana prabayar ini akhirnya terkompensasi dengan meningkatnya jumlah pengisian pulsa dari pelanggan," ujar Danny kepada Tekno Liputan6.com di gelaran "Capaian Kinerja dan Inovasi Dirjen PPI" di Le Meridien, Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Menurut data Tri, penjualan kartu perdana berkurang di kisaran 10-15 persen. Namun uniknya, transaksi pulsa juga meningkat di kisaran yang sama, yakni 10-15 persen.

1 of 3

Penjualan Kartu Perdana Turun

Pernyataan yang Danny sampaikan merupakan tanggapan akan yang sempat disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Chief RA itu menyebutkan registrasi kartu SIM prabayar memang akan membuat pembelian kartu SIM perdana yang baru merosot.

"Ya mungkin saja akan terjadi penurunan pembelian kartu SIM baru di kisaran 300-400 juta kartu," imbuh Rudiantara.

Menurutnya, operator justru bisa melakukan penghematan dari penurunan penjualan kartu SIM perdana ini. "Ya contoh saja packaging satu kartu SIM perdana itu setengah dolar, operator bisa menghemat dari US$ 150 hingga 200 juta dong," lanjutnya.

Ia berharap dana penghematan ini bisa dialokasikan untuk membangun jaringan-jaringan di daerah yang tersebar di Indonesia. Tak cuma itu, penghematan ini juga ia klaim semoga dapat menjadi salah satu upaya Kemkominfo untuk 'menyehatkan' industri seluler Tanah Air.

2 of 3

Registrasi Kartu SIM Capai 110 Juta Pelanggan

Dalam kurun waktu dua bulan, jumlah pelanggan yang mendaftar ulang kartu SIM-nya kini diklaim telah mencapai 110 juta.

Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys juga mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang ternyata secara sukarela telah mendaftarkan data pribadinya. Menurutnya, pencapaian ini merupakan satu kontribusi besar.

“Ini adalah satu pencapaian yang tidak main-main, mengingat penduduk Indonesia ada 260 jutaan dan jumlah 110 juta itu tentu sudah mendekati. Mudah-mudahan sebelum 28 Februari 2017 kami bisa mencapai target. Kami punya waktu dua bulan tapi kami harap masyarakat jangan menunggu 28 Februari dulu baru daftar,” kata Merza.

(Jek/Cas)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓