Mengenal Sosok Pria 22 Tahun yang Berhasil Hentikan WannaCry

Oleh Andina Librianty pada 15 Mei 2017, 13:30 WIB
Ilustrasi Ransomware WannaCrypt atau Wannacry

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria berusia 22 tahun secara tak sengaja menjadi "pahlawan" karena berhasil menghentikan penyebaran ransomware bernama WannaCry. Lantas, siapakah sebenarnya sosok pria yang kini tengah menjadi buah bibir tersebut?

Dikenal dengan nama MalwareTech di Twitter, ahli komputer otodidak ini hanya mengungkapkan sedikit informasi mengenai identitas aslinya. Tak ada foto dirinya di Twitter. Dia bahkan hanya menggunakan avatar kucing berkacamata.

"Saya tidak lulus kuliah. Saya berencana masuk perguruan tinggi, tapi kemudian mendapatkan tawaran pekerjaan setahun sebelumnya dan saya menerimanya. Saya benar-benar autodidak," tutur MalwareTech, seperti dikutip dari The Guardian, Senin (15/5/2017).

Tidak seperti sejumlah geek lain yang kerap mengunggah meme Twitter dan strategi peretasan terbaru, MalwareTech justru menyedot perhatian berkat jasanya di ranah cyber. Ia pada akhir pekan lalu berhasil menghentikan serangan cyber internasional WannaCry yang menyerang ratusan negara.

Sampai kini, MalwareTech tetap menjadi anonymous karena ia tidak ingin seorang pun tahu identitas aslinya. Bukan hanya risiko keamanan karena telah menghalangi kejahatan internasional, tapi juga diyakini berhubungan dengan pekerjaannya sebagai ahli malware di sebuah perusahaan Amerika Serikat (AS).

Meski bekerja untuk perusahaan AS, ia tinggal di garis pantai Inggris Barat Daya. MalwareTech diduga menolak permintaan perusahaannya untuk pindah ke Los Angeles, AS.

Setelah serangan ransomware mulai menyerang sejumlah Rumah Sakit (RS) Inggris pada Jumat malam (12/5/2017), ia mengaku tidak tidur selama 48 jam. Bersama dengan teman-teman online-nya, MalwareTech berperan pentng dalam melawan Wannacry. Mereka mengidentifikasi "kill switch', yang menghentikan penyebaran software berbahaya tersebut.

Melihat akun Twitter-nya, MalwareTech sudah akrab dengan dunia digital, termasuk botnet dan wormcode. Ia juga diyakini suka menikmati kopi yang baru digiling. Gambar ruang kerjanya memperlihatkan tumpukan server dan kabel kusut.

"Pekerjaan saya adalah untuk mencari berbagai cara melacak dan menghentikan botnet dan segala jenis malware lainnya, jadi saya selalu mencari cara untuk mengambil domain server kontrol malware yang tidak terdaftar (C2). Sebenarnya saya mendaftarkan beberapa ribu domain semacam itu pada tahun lalu," jelas MalwareTech.

Pengetahuan itulah yang akhirnya membantunya menghentikan malware WannaCry. Semuanya terjadi secara tidak sengaja, saat menemukan sebuah nama domain di dalam malware tersebut.

"Saat itu, saya tidak sadar mendaftarkan domain yang akan menghentikan malware sampai saya mendaftarkannya. Awalnya ini tidak sengaja. Jadi saya hanya bisa menambahkan (keterangan) 'tidak sengaja menghentikan serangan cyber internasional' pada resume saya," ungkap MalwareTech.

(Din/Cas)