Bikin Dunia 'Menangis', Apa WannaCry Serang Smartphone?

Oleh Iskandar pada 15 Mei 2017, 06:30 WIB
Ilustrasi Ransomware WannaCrypt atau Wannacry

Liputan6.com, Jakarta - Sesuai namanya, ransomware WannaCry membuat sekitar 99 negara di dunia 'menangis'. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu dua hari, malware ganas ini menyebar dengan cepat ke hampir semua lini bisnis di puluhan negara, termasuk Indonesia.

Serangan ini menggunakan teknik ransomware--jenis malware (malicious software)--yang berkembang cepat. Data dalam komputer yang terkena WannaCry akan terkunci atau diblokir oleh program jahat yang meminta korban untuk membayar tebusan US$ 300, dalam bentuk mata uang virtual Bitcoin.

Jika kunci itu ingin dibuka, makan korban harus membayar uang tebusan itu. Namun, usai membayar tebusan belum berarti data-data yang disandera akan langsung kamu dapatkan kembali.

Meski serangan siber tersebut lebih sering menargetkan perusahaan atau instansi besar, tak menutup kemungkinan ransomware dapat terjadi terhadap individu.

Lalu, apakah WannaCry akan menyerang smartphone? Menkominfo Rudiantara mengatakan, WannaCry sementara ini belum menyerang smartphone, dan hanya menargetkan komputer yang menjalankan Windows versi 2010 ke bawah atau sebelumnya.

"Malware ini tidak menyerang smartphone, yang saat ini terdampak serangan adalah komputer dengan sistem operasi Windows versi 2010 ke bawah atau sebelumnya," ujar pria yang karib disapa Chief RA itu kepada awak media saat konferensi pers Antisipasi Ancaman Ransomware WannaCry di Jakarta, Minggu (14/5/2017).

Namun, apabila pengguna rajin meng-update sistem operasi Windows di komputer miliknya, ransomware tidak akan menyerang.  

Rudiantara mengimbau kepada masyarakat Indonesia agar jangan panik dalam menghadapi situasi serangan ransomware WannaCry yang saat ini tengah menghebohkan dunia.

"Masyarakat tidak usah panik. Pemerintah sejak Sabtu kemarin sudah memonitor dan berkoordinasi dengan tim internasional untuk mengantisipasi hal ini (ransomware WannaCry)," kata Rudiantara. 

Menurut pantauan tim Kemkominfo sejak Sabtu, (13/5/2017) hingga Minggu (14/5/2017), negara yang terkena dampak paling besar dari ramsomware WannaCry adalah Inggris.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan mengatakan bahwa serangan siber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang critical resource (sumber daya sangat penting), maka serangan ini bisa dikategorikan teroris siber.

Di Indonesia, berdasarkan laporan yang diterima oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), serangan ditujukan ke Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais. Akibat serangan ini, untuk sementara waktu, kedua rumah sakit tersebut menjalankan sistem pelayanan secara manual.

(Isk/Ysl)

Nazmul HadiNazmul Hadi

Justru Rangking tertinggi Angka-Pertumbuhan jumlah Virus2Digital berdasarkan CA/Coimputer-Associated ada pd Sistem Google-Android disusul Symbian-Nokia & Black-Berry sekitar hampir 100% sedangkan Windows hanya separuhnya 50% + Paling rendahadl Apple-IOS/MAC-OSX cuma 25% termasuk Linux 45% Cek Aja OK

Nazmul HadiNazmul Hadi

Jika mau Aman+Nyaman100% beli yg `Original-Produk` langsung dari perusahaan resmi beserta kantor perwakilan-dagang legalnya di indonesia jangan membeli di Toko2Komputer tak resmi atau Lapak2 Kaki-Lima berjualan CD-ROOM Windows Palsu\Abal2an pakai MS.Windows 7.5.3 atau 8.5.3 atau terbaru Windows 10S

Nazmul HadiNazmul Hadi

Semua Virus-Komputer baik itu Spam-Malware atau Millecious-Worm sdh sejak zaman Windows-Jadul ( 3.1.1.Ms-Windows95-96-97-98-2000 atau XP-Vista ) itupun jika Softwarenya adl Produk2Bajakan yg isi Bahasa-Pemogramannya/Encription-Code penuh muatan infeksi parasit~digital beda yg direkayasa Hacker2Nakal