Longsor Terjang Banyumas, Banjarnegara, dan Wonosobo

Oleh Muhamad Ridlo pada 05 Jan 2018, 04:01 WIB
Longsor terjadi di permukiman di Kecamatan Lumbir, Banyumas. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo).

Liputan6.com, Purwokerto - Hujan deras yang mengguyur wilayah barat Jawa Tengah, pada Selasa sore hingga Kamis, 4 Januari 2018, memicu bencana tanah longsor dan pergerakan tanah di sejumlah kawasan Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, dan Wonosobo.

Di Kabupaten Banyumas, longsor terjadi di lima titik. Rincinya, tiga titik di Kecamatan Lumbir, satu di Gumelar, dan satu titik di Ajibarang.

Di Kecamatan Lumbir, longsor dan pergerakan tanah terjadi di Desa Dermaji dan Karanggayam. Di Desa Dermaji, longsor menimpa jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Banyumas menuju Kabupaten Cilacap via Tayem, Kecamatan Karangpucung.

Akibatnya, jalur sempat tak bisa dilewati baik oleh sepeda motor maupun mobil. Longsor juga mengancam dua rumah warga, yakni milik Takrib dan Heri.

Mulai Kamis pagi, warga setempat bersama dengan BPBD Banyumas, Tagana, TNI, Polri, dan unsur relawan lainnya membersihkan material longsor. Pada Kamis siang, kendaaran roda dua sudah bisa melintas. Sementara, pembersihan material masih terus dilanjutkan.

"Ini jalan Desa (Dermaji) tidak bisa dilewati kendaraan roda empat, hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Dan sekarang masih dalam proses penanganan," ucap Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Kusworo, Kamis, 4 Januari 2018.

Adapun di Desa Karanggayam, Kecamatan Lumbir, Banyumas, hujan deras memicu longsor dan gerakan tanah yang membahayakan dan merusak sejumlah rumah rumah. Gerakan tanah terjadi di permukiman penduduk yang berada di lereng.

Akibat peristiwa ini, penghuni tiga rumah yang berada di lereng tersebut harus diungsikan. Dikhawatirkan gerakan tanah akan berlanjut dan membahayakan jiwa penghuni. Di desa ini, hujan deras juga memicu longsor yang menutup jalan penghubung antardusun di Desa Karanggayam.

1 of 3

Longsor Putus Akses 2 Desa di Banjarnegara

Longsor menutup jalan Desa Paweden menuju Dukuh Telaga Lele Desa Slatri, Banjarnegara. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Longsor menutup jalan Desa Paweden menuju Dukuh Telaga Lele Desa Slatri, Banjarnegara. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Kusworo mengungkapkan, hujan deras juga memicu longsor di Desa Darmakradenan Kecamatan Ajibarang. Dalam peristiwa itu, Gunung Batu Kapur di desa setempat ambrol dan mengancam perumahan warga di RT 01 RW 01. Longsor juga terjadi di Gumelar, Kabupaten Banyumas. Longsor menimpa badan jalan.

Di Kabupaten Banjarnegara, hujan deras memicu tebing setinggi 12 meter dan lebar longsor tujuh meter di Desa Paweden, RT 01 RW 03, Kecamatan Karangkobar, longsor, Kamis, 4 Januari 2018, sekitar pukul 15.00 WIB.

Anggota TRC BPBD Banjarnegara, Jumroh mengatakan, material longsor menutup jalan kabupaten dari Desa Paweden menuju Dukuh Telaga Lele, Desa Slatri. Sampai Kamis malam, belum dilakukan pembersihan material longsor lantaran cuaca tak memungkinkan.

Selain itu, material berupa bebatuan koral yang menutup jalan terlalu banyak, sehingga sulit dikerjakan secara manual.

"Bapak kades (kepala desa) memohon bantuan kepada pemerintah terkait berupa bantuan alat berat dan dump truk guna pembersihan material longsor tersebut karena pembuangan material tidak mungkin dibuang ke lahan kebun salak milik warga,” ucap Jumroh.

2 of 3

Longsor Menutup Jalan Provinsi di Wonosobo

Jalan Potorono yang merupakan jalan provinsi di Desa Pulosaren Polsek Kepil Kabupaten Wonosobo kembali longsor dan menyebabkan macet. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Jalan Potorono yang merupakan jalan provinsi di Desa Pulosaren Polsek Kepil Kabupaten Wonosobo kembali longsor dan menyebabkan macet. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Adapun Jalan Potorono yang merupakan jalan provinsi di Desa Pulosaren, Kabupaten Wonosobo, kembali longsor. Sebelumnya, pada Desember lalu, jalan ini sempat bisa diakses meski hanya satu lajur.

Namun, jalan ini kembali ditutup usai material longsor tebing menutup jalan pada Kamis, 4 Januari 2018. Akibatnya, lalu lintas macet total.

Keadaan ini hanya berlangsung sekitar dua jam karena kemudian material longsor berhasil disingkirkan secara manual oleh empat anggota Polsek Kepil yang mendatangi lokasi tersebut.

"Material longsor berupa bebatuan dan tanah berpasir disingkirkan hanya menggunakan tangan, sedangkan bongkahan batu besar hanya digeser ke bahu jalan, sehingga jalan raya bisa lancar kembali,” ujar Kepala Polsek Kepil, Iptu Darmaji, melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com.

Menurut Darmaji, jalan sepanjang tanjakan Potorono ini memang sangat rawan longsor saat musim penghujan. Sebab itu, pengguna jalan harus berhati-hati. Apalagi jika tengah berada pada tanjakan terjal.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓
nugrohoanung9nugrohoanung9

yaa ampuunn semoga ga ada kobran jiwa yaaa

B PuteraB Putera

Sebelumnya longsor di Jatim. Kemudian sekarang Jateng. Berarti mungkin nanti Jabar

M GalihM Galih

Syukurlah tdk ada korban jiwa atau luka

Lihat Lainnya