Laju Kereta Api Jalur Garut Kini Hanya 5 Km per Jam

Oleh Jayadi Supriadin pada 07 Des 2017, 18:30 WIB
Laju Kereta Api Jalur Garut Kini Hanya 5 Km/Jam

Liputan6.com, Garut - Pasca-musibah tanah ambles yang menggerus bantalan rel di KM 227 + 3/4 antara Stasiun Warung Bandrek dan Bumi Waluya di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, jalur Kereta Api (KA) lintas selatan Jawa kembali dilalui siang tadi.

"Sudah teratasi dan telah bisa dilewati kereta pada jam 08.33 WIB," ujar Juru Bicara PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus, Kamis (7/12/2017).

Hujan deras yang turun sejak kemarin telah menggerus batu bantalan rel perlintasan kereta pada pukul 02.00 Kamis dini hari tadi. Akibatnya, perjalanan kereta sempat terhambat dan dialihkan menggunakan bus ke stasiun terdekat.

Sebanyak 30 bus disiagakan di beberapa stasiun untuk mengangkut penumpang. Sementara bagi penumpang yang enggan pindah, perjalanan tetap menggunakan kereta yang sama tetapi dialihkan melalu jalur lain.

Berkat kesiagapan petugas, perlintasan kereta sudah kembali dilalui siang tadi dengan perjalanan pertama kereta Pasundan dari Stasiun Kiara Condong jurusan Surabaya meskipun dengan kecepatan rendah.

"Untuk sementara waktu, dibatasi kecepatannya hanya 5 kilometer (km) per jam," kata Joni.

Sebelumnya, akibat tanah ambles, pola operasi kereta api mengalami perubahan dengan memutar dan overstaapen (menggunakan feeder bus untuk melanjutkan menggunakan kereta api). "Kami mohon maaf atas keterlambatan yang terjadi," ujarnya.

Beberapa kereta yang memutar arah adalah rangkaian yang tertahan dari arah timur menuju Bandung yaitu KA Mutiara Selatan tujuan Malang – Surabaya – Bandung, KA Malabar tujuan Malang – Bandung, KA Turangga tujuan Surabaya – Bandung, dan KA Lodaya tujuan Solobalapan – Yogyakarta – Bandung.

"Kami sudah berikan pilihan kepada penumpang, apakah tetap di dalam kereta, namun jalurnya memutar atau menggunakan bus menuju Bandung," ujar dia menawarkan pilihan.

 

 

1 of 2

Sempat Dilanjutkan Bus

Laju Kereta Api Jalur Garut Kini Hanya 5 Km/Jam
Penumpang kereta api diharap bersabar. KA dengan rute melintasi Garut bakal berjalan lebih pelan dari biasa. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Untuk memfasilitasi perpindahan moda, pihaknya menyediakan 30 bus di beberapa stasiun. Rinciannya sembilan armada bus di Stasiun Tasikmalaya untuk mengangkut penumpang KA Turangga dan KA Lodaya menuju Bandung.

Ada pula 11 bus dari Stasiun Ciawi untuk mengangkut penumpang KA Kahuripan menuju Bandung. Sementara untuk KA Serayu tujuan Pasar Senen - Kiaracondong – Purwokerto dan Purwokerto – Kiaracondong – Pasar Senen, penumpang bisa melanjutkan perjalanan via Stasiun Cibatu. "Kami sediakan 10 bus," ujarnya.

Khusus KA Serayu ini, lanjut Joni, penumpang dari kedua arah bertukar kereta untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju tujuan. Dengan mekanisme itu, penumpang dari arah Bandung menggunakan bus dari Stasiun Cibatu menuju Stasiun Cipeundeuy untuk kemudian naik kereta.

Sedangkan, penumpang dari arah Purwokerto mereka menggunakan bus dari Stasiun Cipeundeuy menuju Stasiun Cibatu untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Bandung dengan tujuan akhir Pasar Senen. "Kami sudah siapkan seluruh armada di Stasiun Cibatu," kata dia.

Sedangkan untuk keberangkatan Kereta Lodaya Pagi jurusan Bandung - Jogjakarta - Solo pukul 07.20 WIB, Kamis pagi tadi, penumpang dari Stasiun Bandung dan Kiara Condong difasilitasi menggunakan bus untuk diantar ke Stasiun Tasikmalaya.

"Selanjutnya dari Stasiun Tasikmalaya menggunakan kereta api yang telah disediakan di sana," ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓