Polres Dharmasraya Tetap Beroperasi meski Kantor Tinggal Puing

Oleh Liputan6.com pada 12 Nov 2017, 15:01 WIB
Polres Dharmasraya Tetap Beroperasi Meski Kantor Tinggal Puing

Liputan6.com, Pulau Punjung - Kepala Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya, Sumatera Barat, AKBP Rudy Yuliato memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan pascainsiden pembakaran gedung Mapolres setempat oleh orang tak dikenal pada Minggu (12/11/2017) dini hari.

"Kami sudah konsolidasikan untuk menyiapkan ruangan, dan sarana prasarana kantor untuk dapat dilakukan pelayan sementara," katanya di Pulau Punjung, dilansir Antara.

Kapolres telah menginstruksikan Wakapolres untuk memimpin langsung konsolidasi tersebut, karena pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan seperti biasa.

Polres akan memanfaatkan berapa bangunan yang tidak terbakar di lingkungan polres setempat seperti kantor Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim). Ia juga mengatakan, Pemerintah Daerah Dharmasraya juga siap mendukung upaya pemulihan gedung Mapolres.

"Tadi Pak Bupati juga sudah sampaikan kesiapan untuk membantu, tentu kami sangat berterima kasih," ujarnya.

Kepolisian setempat telah memasang garis polisi di bangunan yang terbakar itu. Masyarakat dilarang mendekat ke lokasi bangunan yang diduga dibakar oleh dua orang pelaku itu.

Sementara itu, Bupati Dharmasraya Sutan Riska mengatakan, pemerintah daerah setempat siap membantu pihak kepolisian dalam upaya pemulihan gedung kantor pascainsiden terjadinya kebakaran.

"Kami dari pemerintah daerah siap membantu, apa pun itu pelayan masyarakat tetap harus berjalan," ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

 

1 of 2

Kronologi Pembakaran

Polres Dharmasraya terbakar.
Kebakaran melanda Polres Dharmasraya. (Liputan6.com/Muhammad Ali)

Markas Polres Dharmasraya di Sumatera Barat terbakar hebat. Api mulai diketahui sekitar pukul 02.45 WIB. Seluruh bangunan utama Polres Dharmasraya pun hangus terbakar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com, sumber kebakaran diduga berasal dari ruangan belakang antara Ruang Siwas dan Ruang Sitipol Polres Dharmasraya.

Petugas piket di Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Dharmasraya yang melihat gumpalan asap tebal, mencoba untuk memadamkan api dengan peralatan yang ada sambil berteriak mencari pertolongan. Sekitar 15 menit kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di markas.

Saat sibuk memadamkan kebakaran, salah seorang petugas pemadam kebakaran melihat dua orang berbaju hitam berada di sekitar markas Polres Dharmasraya sambil memegang busur panah. Ia memberitahukan informasi tersebut kepada polisi yang ada.

Polisi kemudian mengepung kedua orang berbaju hitam itu, tapi keduanya melawan. Kapolres Dharmasraya, AKBP Rudy Yulianto mengatakan, keduanya melepaskan busur panah ke arah polisi yang dibalas polisi dengan menembakkan peluru ke udara.

"Kedua pelaku saat melakukan penyerangan menggunakan perlengkapan yang membahayakan seperti anak panah, sangkur, dan busur," kata Rudy di Pulau Punjung, dilansir Antara.

Ia mengatakan, keduanya masih melawan meski tembakan peringatan sudah diletuskan. Polisi selanjutnya menembak kedua pria berbaju hitam itu hingga keduanya tersungkur dan meninggal dunia.

Hingga kini, kata Rudy, polisi belum bisa mengungkap motif pembakaran Mapolres Dharmasraya, begitu pula dengan identitas kedua pria berbaju hitam itu.

"Masih dalam penyelidikan. Namun yang intinya Markas Polres Dharmasraya diserang orang tidak dikenal sekaligus membakar," tegasnya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu busur panah, delapan buah anak panah, tiga buah sangkur, sebilah pisau kecil, sebuah sarung tangan warna hitam, dan selembar kertas berisikan pesan "Saudara Kalian ABU ‘AZzam Al Khorbily 21 Safar 1439 H di Bumi Allah."

 

Lanjutkan Membaca ↓