10 Kesepakatan Gubernur se-Sumatera di Depan Mendagri

Oleh Bangun Santoso pada 10 Okt 2017, 22:00 WIB
Mendagri Tjahjo Kumolo

Liputan6.com, Jambi - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo baru saja membuka rapat koordinasi (Rakor) Gubernur se-Sumatera yang digelar di Provinsi Jambi. Ada 10 butir kesepakatan dalam pertemuan itu.

Mewakili para gubernur se-Sumatera, Gubernur Jambi Zumi Zola menekankan pentingnya pembangunan dan pengembangan konektivitas infrastruktur di wilayah Sumatera. Hal itu dituangkan dalam 10 butir kesepakatan.

Sepuluh butir kesepakatan itu pertama adalah, mendesak pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan dan pengembangan infrastruktur agar dituntaskan pada 2019 mendatang. Percepatan pembangunan itu salah satunya adalah jaringan kereta api lintas Sumatera dari Lampung hingga Aceh.

Berikutnya, pembangunan jaringan jalan tol Sumatera berikut sarana pendukungnya. Pembangunan pelabuhan sebagai bagian dari tol laut, jaringan listrik, dan pembangkit listrik interkoneksi Sumatera.

Kedua, mendeklarasikan pembangunan ekonomi hijau dan berkelanjutan di Sumatera. Ketiga, mendukung penetapan Bandara Logistik Mitigasi Bencana Pulau Sumatera. Keempat, mendorong forum gubernur se-Sumatera menjadi agenda dalam tahapan perencanaan pembangunan nasional yang dikoordinir Bappenas, Kemendagri, dan Kemenkeu.

Kelima, mendesak pemerintah pusat untuk menyusun ulang formulasi perhitungan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk 10 provinsi di Sumatera. Keenam, menyelesaikan peraturan daerah tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Sumaera.

Ketujuh, mendorong pembangunan bidang pariwisata di Sumatera. Kedelapan, memperkuat sumber daya manusia dan menumbuhkan daya inovatif masyarakat dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Sembilan, mendorong percepatan pembangunan dan pengembangan Science Park dan Techno Park di seluruh wilayah Sumatera. Sepuluh, memperkuat kerjasama lintas wilayah dan lintas sektor untuk pencegahan dan penanggulangan human trafficking, narkoba dan pornografi.

"Jika infrastruktur dasar wilayah Sumatera telah tersedia dengan baik, maka secara bertahap investasi yang selama ini hanya terpusat di wilayah Jawa, sebagian akan bergeser ke Sumatera. Pada sisi lain, ketimpangan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa akan menurun," ujar Zumi Zola saat pembukaan rakor gubernur se-Sumatera, Senin, 9 Oktober 2017.

Mendagri Tjahjo Kumolo berharap adanya peran aktif dari seluruh pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan, termasuk dalam pembebasan lahan untuk pembangunan infrastrukur.

"Musrenbang se-provinsi di Sumatera harus disinkronkan dengan Musrenbang se-Sumatera," ujar Mendagri.

Ia mengatakan untuk tahun anggaran 2018, pembangunan di Sumatera juga harus fokus pada pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan mengurangi ketimpangan antarwilayah.

"Setiap kecamatan itu harus ada puskesmasnya, ada dokter, ada perawat, ada obatnya. Pengelolaan anggaran tidak parsial, harus terintegrasi antara pusat dan daerah," katanya.

Selain dihadiri 10 gubernur se-Sumatera, rakor tersebut juga dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimujono serta seluruh bupati dan wali kota di Provinsi Jambi.