PBB Akan Bangun 4 Pembangkit Listrik di Jambi

Oleh Bangun Santoso pada 13 Sep 2017, 02:01 WIB
PLTMH Jambi

Liputan6.com, Jambi - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) direncanakan akan segera membangun empat unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di empat desa di Jambi. Pembangunan ini difasilitasi United Nations Development Programme (UNDP) yang merupakan organ dari PBB.

Pembangunan PLTMH itu bertujuan untuk memberikan pelayanan listrik kepada masyarakat, khususnya di daerah yang jauh dan belum tersentuh listrik.

Rencana ini ditandai dengan penandatanganan surat pernyatakan kehendak atau Letter of Intent (LoI) antara Gubernur Jambi, Zumi Zola dan UNDP yang diwakili Country Director Deputy, Francine Pickup, di rumah dinas Gubernur Jambi, Senin, 11 September 2017.

Zumi Zola menyebutkan, empat PLTMH itu akan dibangun di Desa Jangkat dan Rantau Kermas yang ada di Kabupaten Merangin. Kemudian dua desa lain adalah Desa Muara Pemuat dan Desa Lubuk Banggar di Kabupaten Sarolangun.

"Dengan pembangunan dan rehabilitasi PLTMH tersebut, diperkirakan 937 rumah atau 6.454 jiwa di empat desa itu akan dapat menikmati akses energi listrik," ujar Zumi Zola.

Menurut Zola, meski beberapa desa di Jambi masih sulit dijangkau jaringan listrik PLN. Namun, sumber daya alamnya sangat memungkinkan untuk dibangun PLTMH, yakni dengan memanfaatkan sumber daya air sungai yang ada.

Beberapa desa baik di Kabupaten Merangin maupun Sarolangun sudah ada yang membangun PLTMH secara swadaya. Namun, mahalnya alat-alat menjadikan pengadaan PLTMH sangat tergantung adanya bantuan pemerintah maupun lembaga donor seperti UNDP.

"Ini merupakan skema tiga pihak antara Pemprov Jambi, UNDP dan Bank Jambi serta Baznas. Saya berharap bisa secepatnya terealisasi agar listrik makin menjangkau seluruh wilayah di Jambi," ucap Zumi Zola.

Sementara itu, Country Director Deputy UNDP, Francine Pickup mengatakan, pihaknya sudah menginisiasi kerja sama pembangunan berkelanjutan tersebut sejak dua bulan lalu. Di mana pembangunan PLTMH di Jambi itu akan direalisasikan pada Juli 2018 mendatang.

"Ini contoh yang bagus, bagaimana kita bekerja sama bersama-sama," ujar Francine.

Saksikan video pilihan berikut ini: