Isu Calo Warnai Seleksi CPNS Kemenkumham Jambi

Oleh Bangun Santoso pada 12 Sep 2017, 08:30 WIB
CPNS Kemenkumham Jambi

Liputan6.com, Jambi - Meski pemerintah sudah berkali-kali mengingatkan bahwa seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bebas dari calo, isu tersebut tetap saja ada. Utamanya di kalangan para peserta seleksi CPNS Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jambi.

Setelah melewati seleksi administrasi, seleksi selanjutnya adalah Tes Kompetensi Dasar (TKD) CPNS. Seleksi ini digelar ruang pola kantor Gubernur Jambi pada Senin, 11 September 2017. Seleksi kali ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Beberapa hari menjelang seleksi CAT tersebut, beberapa peserta yang lolos seleksi administrasi mengaku mendengar ada kabar calo. Meski belum bisa dipastikan kebenarannya, isu tersebut cukup membuat khawatir peserta.

"Dengar-dengar ada kabar itu (calo). Tapi saya pasrah saja, usaha semaksimal mungkin. Biar murni, gak pakai calo-caloan," ujar salah seorang pendaftar CPNS Kemenkumham Jambi yang enggan ditulis namanya.

Iman mengaku mendengar kabar akan calo CPNS dari tetangganya yang anaknya juga ikut seleksi. Namun, ia tidak yakin mengingat seleksi CPNS kali ini cukup ketat. Apalagi, saat ini sudah menggunakan sistem komputerisasi.

"Iya kabarnya sampai ada yang bayar ratusan juta. Tapi dengan seleksi ketat kali ini, saya rasa susah jika main calo. Bisa ketahuan," kata peserta tersebut.

Sementara itu, saat membuka seleksi TKD CPNS Kemenkumham Jambi di ruang pola kantor Gubernur Jambi, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jambi, Bambang Palasara menegaskan tidak ada calo dalam seleksi CPNS tersebut.

"Tidak ada calo, semua (proses seleksi) dilakukan dengan akuntabel dan transparansi. Dan kalau anda lolos itu karena kemampuan saudara-saudara," ujar Bambang.

Ia menyebutkan, jatah kuota CPNS Kemenkumham Jambi adalah 404 orang. Sementara, jumlah pendaftar mencapai 4.000 orang lebih.

Kepala UPT Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Muhammad Andi Hapip menambahkan, tes yang dirancang oleh BKN untuk menjamin transparansi, kecepatan, dan akuntabel. Ia juga mengimbau agar para peserta menjalani proses seleksi tanpa terpengaruh kabar yang menjanjikan kelulusan jika membayar dengan nominal tertentu.

Ia menyebutkan, pada seleksi CAT itu disiapkan 150 unit komputer yang tersambung dengan server. Setiap soal sudah diacak, sehingga setiap peserta tidak dapat bekerja sama dan tidak bisa berbuat curang.

"Sebab, kami tidak segan-segan mendiskualifikasi peserta," ujar Andi menegaskan.

Saksikan vido pilihan berikut ini: