Pesan Wali Kota Risma untuk Pendidikan Anak

Oleh Dian Kurniawan pada 13 Agu 2017, 18:04 WIB
Wali Kota Risma

Liputan6.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri puncak Hari Anak Nasional (HAN) di Halaman Taman Surya, Minggu (13/8/2017). Risma hadir mengenakan kaos putih dan tiba di Halaman Taman Surya disambut paduan suara disusul tari remo.

Acara tersebut dihadiri sekitar 1,000 anak se-Surabaya. Anak-anak juga bersalaman dan meminta swafoto dengan wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Mengangkat tema "Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga" dengan pesan utama "Saya Anak Indonesia, Saya Gembira", Risma berpesan kepada para guru dan orang tua untuk tidak memaksakan bakat dan minat anak.

"Biarkan anak-anak itu berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya, jika mereka tidak suka Matematika tetapi suka olahraga dan musik biarkan saja, jangan dipaksakan. Sebab, sikap ini akan mempengaruhi tumbuh kembangnya ke depan dengan harapan bisa menorehkan prestasi," tutur Risma di sela-sela sambutan, Minggu, (13/8/2017).

Dengan memahami dan mengerti bakat minat anak, Risma optimistis ke depan anak-anak ini mampu bersanding sejajar dengan anak-anak di dunia. "Itu mimpi saya, karena bagaimanapun mereka adalah penerus bangsa ini, bukan kita," katanya.

Usai sambutan, Risma mengajak seluruh anak yang hadir untuk naik ke panggung bernyanyi lagu Surabaya oh Surabaya dan lagu nasional Indonesia Tanah Pusaka yang diiringi alat musik keyboard.

Usai menyanyi, Risma berbincang dengan salah satu pemain musik bernama Ibar yang merupakan siswa difabel. Ketika berbincang, Risma menawarkan kepada Ibar untuk mau tampil pada salah satu acara internasional di Surabaya.

"Sebentar lagi ibu kedatangan tamu dari negara-negara internasional, Ibar mau ya tampil dan ngiringi musik buat ibu dan tamu undangan," ucap Risma kepada Ibar yang diiringi tepuk tangan dari peserta.

Melalui Ibar, Risma memberi pesan kepada para orang tua dan guru bahwa setiap anak yang lahir telah dikaruniai bakat dan minat tersendiri oleh Tuhan.

"Jadi jangan sekali-kali mengatakan anak itu bodoh atau tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya butuh pengertian dan dukungan dari kita supaya ke depan mereka mengerti arah dan tujuan kehidupannya," ujar Risma.