Perjuangan Emak-Emak Kibarkan 10.001 Merah Putih di Linggarjati

Oleh Panji Prayitno pada 13 Agu 2017, 14:01 WIB
Merah Putih

Liputan6.com, Kuningan - Momen perayaan hari kemerdekaan RI ke-72 tahun ini terasa di Indonesia, termasuk di wilayah Pantura, Jawa Barat. Di Gedung Perundingan Linggarjati, Desa Linggarjati, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, ribuan bendera berkibar mengitari gedung penting itu.

"Target kami mengibarkan 10.001 Merah Putih di gedung naskah yang bersejarah ini," sebut pemrakarsa Gebyar 10.001 Merah Putih, Hana Nining, Minggu (13/8/2017).

Dia menjelaskan, jumlah 10.001 Merah Putih tersebut bermakna sebagai Bhineka Tunggal Ika. Indonesia terdiri dari berbagai suku, adat, agama, bahasa, dan budaya yang berbeda, namun berbendera satu yaitu Merah Putih.

Makna lain dari 10.001 Merah Putih tersebut mengutip dari salah satu pidato Presiden Sukarno yang berbunyi 'Beri Aku 10 Pemuda, Maka Akau Kuguncang Dunia. "Makna lain yaitu dari kata Gugur Satu Tumbuh Seribu dan satunya adalah Merah Putih," ujar dia.

Hana mengatakan, pemasangan 10.001 Merah Putih di Gedung Perundingan Linggarjati merupakan bagian dari upaya untuk mengingat kembali sejarah penting berdirinya Negara Indonesia. Seperti diketahui, Gedung Perundingan Linggarjati merupakan saksi bisu pengakuan kemerdekaan dari Belanda kepada Indonesia secara de facto.

Gedung tersebut, lanjut dia, merupakan bagian dari sejarah cikal bakal Indonesia. "Ketika orang teriak lantang NKRI harga mati adanya di mana? di Linggarjati salah satunya," ujar dia.

Suasana kemerdekaan pun terasa di tengah kibaran Merah Putih di halaman Gedung Perundingan Linggarjati. Bahkan, diantara kibaran Merah Putih yang terpasang, membentuk tulisan NKRI.

Tidak sedikit juga para pengunjung yang mengabadikan moment itu dengan berswa foto. Namun demikian, perjuangan Hana bersama sembilan ibu-ibu lain di Kuningan mengibarkan 10.001 Merah Putih belum selesai.

Saat ini baru sekitar 6.000 Merah Putih berkibar di sekitar Gedung Perundingan Linggarjati. Ribuan Merah Putih tersebut, kata dia, hasil sumbangan warga Kabupaten Kuningan maupun luar daerah.

Perjuangan Hana bersama para ibu yang lain mengibarkan 10.001 Merah Putih tidak pernah padam. Hana bersama rekan-rekannya tidak menyerah berjuang menggugah rasa cinta tanah air melalui pengibaran bendera.

"Tahun lalu hanya 5.000 Merah Putih kami kibarkan dari hasil sumbangan warga. Tapi bukan jumlah benderanya, target utamanya masyarakat Indonesia khususnya di Kuningan tergugah rasa untuk lebih mencintai Indonesia. Kami disini masih menerima sumbangan bendera tanpa kami harus meminta-minta. Ini ikhtiar dan perjuangan kami selama dua tahun," kata dia.

Sementara itu, selain pengibaran Merah Putih, pagelaran seni dan budaya Kuningan juga akan ditampilkan sehari sebelum memasuki puncak Kemerdekaan RI 17 Agustus 2017. Dia mengatakan, seluruh rangkaian pagelaran budaya tersebut tanpa pamrih.

"Kami tidak punya uang tapi kami punya semangat walaupun sudah emak-emak. Dan Alhamdulillah semangat kami selama dua tahun bertekad mengibarkan 10.001 Merah Putih mendapat apresiasi dari para seniman sehingga mereka pun tanpa pamrih tampil tidak dibayar," ujar dia.

Pada puncak HUT RI tahun 2017 ini, Gedung Perundingan Linggarjati ini akan digelar upacara oleh klub motor.