Ritual Orangtua Bocah Madura yang Lolos dari Penculikan

Oleh Mohamad Fahrul pada 18 Mar 2017, 07:04 WIB

Liputan6.com, Sumenep - Dua bocah korban upaya peculikan di Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bisa lolos dari penculik bertubuh kekar. Padahal dilihat dari usia yang masih anak-anak tidak ada yang mengira akan mampu melawan orang dewasa.

Salah satu korban, QI, yang masih berusia delapan tahun memang tidak memiliki ilmu gaib yang dapat meluluhkan orang lain. Tetapi bocah tersebut setiap kelahirannya secara rutin selalu meminum air yang telah diberi doa oleh orang tuanya.

"Saya tidak menyangka anak yang masih kecil bisa melawan penculik bertubuh besar. Namun keajaiban itu bisa datang kepada siapa saja, sehingga mereka bisa lolos dan selamat dari upaya penculikan," kata orang tua QI, Moh Noh (45), di Madura, Jumat 17 Maret 2017.

Menurut dia, dirinya selaku orang tua tidak pernah membekali ilmu tenaga dalam kepada anaknya, apalagi anak saat ini masih kecil. Namun hanya setiap hari kelahirannya, ia memberikan air yang telah diberi doa untuk diminum, dengan tujuan anaknya diberi keselamatan dari bahaya serta keterbukaan hati supaya bisa menerima ilmu pelajaran di bangku sekolahnya.

"Itu masih anak kecil, jadi tidak mungkin diberi tenaga dalam. Tetapi saya memang melakukan hal rutin setiap hari kelahirannya, yaitu memberi air putih yang sudah diberi doa untuk diminum," jelasnya kepada Liputan6.com.

Selama ini QI memang dikenal anak yang pemberani di kalangan teman-temannya. "Kalau cuma berani tidak mungkin bisa lolos dari penculik, apalagi QI kan tenaganya tidak sekuat orang dewasa. Jadi apa yang terjadi terhadap dia hingga bisa lolos memang benar-benar ajaib," kata Noh.

Selain memberikan air putih yang diberi doa untuk diminum, kata Noh, setiap selesai shalat lima waktu ia selalu mendoakan anaknya agar selamat dari bahaya. Sehingga setiap perjalanan serta aktivitasnya dapat terlindungi dari sesuatu yang tidak diinginkan.