Kebakaran Hutan Riau Mengganas, Satgas Karhutla Rekayasa Cuaca

Oleh M Syukur pada 15 Jul 2016, 09:33 WIB
20160715-kebakaran hutan-riau-rekayasa cuaca

Liputan6.com, Pekanbaru - Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau menilai upaya pemadaman lewat darat dan udara dengan bom air kurang efektif. Hal ini disebabkan kemarau yang melanda Kabupaten Rokan Hilir dan sejumlah wilayah di Bumi Lancang Kuning.

Terlebih, pembakaran lahan untuk membuka perkebunan terus terjadi. Kian hari, titik api baru bermunculan.

Satgas Karhutla pun melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger mengatakan TMC untuk menurunkan hujan buatan ini mulai dilakukan sejak hari ini, Jumat (15/7/2016).

"TMC ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat untuk membuat hujan buatan dalam pencegahan kebakaran selama musim kemarau," kata Edwar, Kamis 14 Juli 2016.

Menurut dia, dalam melakukan TMC, pihaknya menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

TMC difokuskan di Rokan Hilir. Sebab, daerah itu mengalami kemarau cukup parah, demikian pula dengan tingkat kebakaran lahannya.

"TMC itu dilakukan selama diperlukan. Bisa saja sampai Agustus depan karena prakiraan hujan baru turun sekitar bulan tersebut," ujar Edwar.

Selama melakukan TMC, satgas bekerja sama dengan BPPT menggunakan pesawat Cassa yang telah tiba di Lapangan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru.


"Setiap kali penerbangan, pesawat itu mampu mengangkut satu ton garam," jelas Edwar.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyebut Rokan Hilir tengah dilanda hari tanpa hujan. Wilayah itu ditandai dengan warna cokelat.

"Tanda ini menunjukkan sudah sampai 20 hari tidak ada hujan turun di lokasi tersebut," sebut penganalisis cuaca dari BMKG, Slamet Riyadi.

Sementara itu, Satgas Udara Karhutla Riau pada Kamis siang kembali mendeteksi kebakaran cukup luas yang melanda daerah Bangko, Kabupaten Rohil.

Pantauan petugas, kebakaran terjadi di sekitar areal perkebunan sawit. Lokasi tersebut seolah di patok dengan batas-batas kanal dan terjadi kebakaran.

Tahun ini, BPBD Provinsi Riau mencatat 1.400 hektare lahan terbakar. Kebakaran terjadi di Siak, Pelalawan, Rokan Hilir, Dumai, Kampar dan Rokan Hulu. Di Pelalawan, kebakaran terjadi di areal Taman Nasional Tesso Nilo.