Ini Tempat Tinggal Alib, Bocah yang Tewas di Tangan Ayah Kandung

Oleh Eka Hakim pada 12 Mei 2016, 14:30 WIB
Ayah Bunuh Anak

Liputan6.com, Makassar - Alib, bocah 6 tahun yang tewas dibunuh ayah kandungnya Jamaluddin (34), sehari-harinya tinggal bersama neneknya di sebuah rumah panggung reot di Kampung Bulu-Bulu, Kapasa, Tamalanrea, Makassar.‎

Selain tinggal ditempat tak layak, kebutuhan Alib juga selama ini ditopang oleh kedua neneknya yang tidak memiliki penghasilan tetap.

"Neneknya itu, Daeng Tene (65) tak punya kerja‎ ‎sedangkan kakeknya, Daeng Dola (68) kadang menjual sayur di depan rumahnya. Sayur ia dapatkan kalau ada ada penjual sayur yang jualannya tersisa," ungkap Mahmud (68) tetangga dengan nenek Alib kepada Liputan6.com saat ditemui di rumahnya, Rabu (11/5/2016).

Kerasnya kehidupan yang dijalani nenek Alib luput dari pandangan pemerintahan setempat. Lurah dan camat mengetahui kondisi warganya tersebut setelah kejadian pembunuhan terjadi, Alib tewas di tangan ayah kandungnya sendiri, Jamaluddin, Kamis (5 Mei 2016).

"Saya tinggal di kampung ini tahun 2006, kondisi rumah nenek Alib sudah demikian. Namun yang disesalkan lurah atau camat tak ada perhatian," jelas Mahmud.

Namun yang memprihatinkan, kata Mahmud, ketika Alib meminta uang jajan kepada ayahnya, Jamaluddin. Bukannya dikasih, Alib malah dibuang ke sumur yang ada di dalam rumahnya kala itu. Neneknya pun takut menolong karena Jamaluddin membawa parang.

"Saat itu saya sedang duduk-duduk di depan rumahnya, tiba-tiba dengar suara gaduh. Ternyata Jamaluddin ngamuk dan buang anaknya ke sumur, saya langsung menyelamatkan Alib keluar dari sumur dan menenangkan bapaknya," ungkap ‎Mahmud.

‎Alib, kini telah tiada, ia tewas dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri, Jamaluddin Kamis 5 Mei 2016 pukul 07.00 Wita. Jamaluddin menghabisi nyawa Alib dengan menghantam tabung gas elpiji 3 kg tepat di kepalanya.

Sehingga tampak isi dalam Batok kepala Alib erhambur keluar. Selanjutnya Jamaluddin menarik jenazah Alib dan memasukkannya ke rumah adiknya, Anjas yang berada di belakang rumahnya dan dalam keadaan kosong.  Di rumah itu, mayat Alib ditaruh di atas ranjang tidur kemudian ditutupi selimut.