Liputan6.com, Jakarta: Keheningan semakin terasa, setelah Budi Lamhot Siboro alias Budi pergi meninggalkan rumah di Jalan Purbaya 1 No. 7 Duren Sawit, Jakarta Timur, sejak empat bulan lalu. Kerinduan pun menyelimuti keluarga Muller Siboro.
Paman Muller tak dapat memungkiri rasa rindu kepada sang keponakan Budi yang ia rasakan setiap waktu. Kendati demikian, ia dan keluarga besarnya pun terus menanti kedatangan bocah 11 tahun yang pergi dari rumah sejak November 2011 lalu.
Rasa resah dan gelisah juga dirasakan Tudimian Silaban ketika melihat kenangan yang tersisa. Kini Muller Siboro dan Tudimian Silaban pun merasa semakin cemas dengan keselamatan keponakan mereka.
Meski hari terus berganti, waktu terus berlalu keduanya tak lelah mencari keberadaan Budi. Tudimian pun kembali mendatangi sekolah Budi. Meski halaman sekolah tampak ramai, keberadaan siswa kelas V SD itu tidak ada di sana.
Tudimian juga mencoba mencari lagi keponakannya ke warung internet, tempat Budi menghabiskan waktunya bermain game. Namun, lagi-lagi keberadaan anak pandai itu tak ada lagi di sana.
Pencarian pun dilanjutkan menuju pasar Pondok Bambu Duren Sawit Jakarta Timur. Tudimian terus bertanya dan mencari informasi di sepanjang lorong pasar. Menurutnya, sekecil apa pun mengenai keberadaan Budi sangatlah berarti. Ia pun menempelkan poster di depan gerbang pintu pasar dengan harapan ada warga yang melihat sehingga bisa memberikan informasi.
Tudimian tetap bertanya ke setiap orang yang dijumpai, lagi-lagi tak ada warga yang bisa menjawab tak pernah melihat anak yang dimaksud. Keluarga besar Muller Siboro berharap Budi bisa berkumpul kembali di tengah keluarga. Bagi warga yang mengenali ciri-ciri Budi bisa menghubungi Tim Buser SCTV di nomor telepon (021) 2793 5555 ext 1215 dan 1216. (ADI/Vin)