Apartemen di BSD Naik Rp100 Juta Per Semester

Oleh Fathia Azkia pada 12 Feb 2018, 17:18 WIB
BSD city

Liputan6.com, Jakarta Wilayah Bumi Serpong Damai atau BSD kian hari kian subur. Sekiranya begitulah pemandangan yang nampak pada area penyangga Jakarta ini.

Perkembangan kota terencana seluas 6.000 hektar ini terbilang sangat pesat, sehingga mampu menarik minat para pengembang kelas kakap untuk menjadikan BSD sebagai area bisnisnya.

“Minat masyarakat Tangerang Selatan mulai meningkat, khususnya terhadap apartemen bagi end-user maupun investor. Hal tersebut dibuktikan melalui penjualan Nines Plaza & Residence yang telah membukukan 60% untuk tower pertama,” ujar Luki Theta Handayani, Direktur Pengembangan Bisnis PT Waskita Karya Realty.

Apartemen besutan PT Waskita Karya Realty itupun mampu mengalami peningkatan harga mencapai Rp100 juta dalam waktu kurang dari satu tahun. "Untuk unit Studio pada Agustus tahun lalu kami pasarkan Rp500 juta, sekarang sudah naik menjadi Rp600 juta," imbuhnya dalam acara peletakan batu pertama (11/2).

Terdiri atas dua tower, Nines Plaza & Residence nantinya akan hadir sebagai Lifestyle Icon CBD, didukung oleh berbagai aktivitas kawasan sekitarnya.

Adapun tipe unit yang ditawarkan mencakup tipe Studio, 1 bedroom, 2 bedroom, dan combination room dengan harga mulai dari Rp600 jutaan.

1 of 2

Tren Harga Apartemen Tangsel (BSD)

Setelah sempat turun -0,10% pada kuartal I (Q1) 2017, Rumah.com Property Index mencatat adanya kenaikan harga sebesar 2,13% pada apartemen rentang Rp600 juta – Rp1,5 miliar di Tangerang Selatan. Hal ini seiring dengan pasar properti yang mengarah ke jenjang positif jelang semester dua tahun ini.

Sementara berdasarkan data Rumah.com Property Index, median harga untuk apartemen di Tangerang Selatan berkisar Rp20,49 juta pada Q1 dan naik menjadi Rp20,93 juta pada Q2. Dimana harga sebelumnya pernah mencapai angka tertinggi yakni 21,67 juta pada tiga bulan terakhir di 2015.

Dalam analisa Colliers International Indonesia, BSD disebut sebagai alternatif kedua tempat tinggal para ekspatriat setelah Jakarta Selatan.

Jika sebelumnya mereka menyukai hunian yang berbentuk rumah, sehingga pilihan jatuh ke Jakarta Selatan, maka ketika BSD menjadi second options, jelas hunian yang mereka tuju adalah jenis apartemen atau kondominium.

“Terpilihnya BSD dikarenakan harga sewa yang masih kompetitif, serta dekat dengan lokasi tempat mereka bekerja. Dan dari analisa kami memang terlihat ada beberapa perubahan tren yang terjadi pada bisnis hunian bagi ekspatriat di Indonesia,” jelas Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Collier International Indonesia.

Dasarnya adalah, sepanjang tahun 2016 banyak perusahaan asing yang mengurangi jumlah tenaga kerjanya yang berasal dari negara-negara Barat dan menggantikannya dengan pekerja yang berasal dari Asia.

Itu sebabnya, tahun 2016 terjadi peningkatan jumlah eksekutif yang berasal dari Asia, terutama Cina.

Tertarik berinvestasi apartemen di BSD, Serpong, dan sekitarnya? Temukan daftar pilihannya dengan harga di bawah Rp1 Miliar.

 

Lanjutkan Membaca ↓