Ciri Khas Hunian Jadi Faktor Penentu di Tahun Politik

Oleh Fathia Azkia pada 08 Jan 2018, 13:18 WIB
Synthesis Residence Kemang, Jakarta Selatan

Liputan6.com, Jakarta Secara umum pasar properti Indonesia di tahun 2018 diprediksi lebih menarik dan prospektif dibandingkan tahun 2017.

Satu tahun sebelum tahun politik 2019, pasar properti akan sedikit lebih bergairah dan ini merupakan kesempatan yang tepat untuk membeli properti, baik untuk dihuni atau dipakai sendiri maupun sebagai sarana investasi.

Rumah.com Property Outlook 2018 menyebut, kemampuan pemerintah untuk mendorong ekonomi nasional ke arah yang lebih positif setelah terkena dampak ekonomi global pada semester kedua 2016, periode politik yang menghangat pada akhir 2016 hingga awal 2017, serta inflasi pada Hari Raya Idul Fitri 2017 terbukti mampu menjaga optimisme pasar properti.

Kebijakan pemerintah dalam pembiayaan perumahan menurut Rumah.com Property Outlook 2018 juga masih akan menjadi penentu pasar properti di 2018.

Harga dan suplai properti, terutama pada sektor residensial, diperkirakan meningkat pada 2018. Permintaan pasar akan tetap stabil, terutama pada pasar properti di bawah Rp1 miliar.

Proyek properti baru yang menawarkan kemudahan akses, transportasi publik, serta jaminan keamanan akan menjadi faktor utama yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli properti tersebut. Cari di sini untuk daftar hunian dengan akses mudah.

Sejumlah kebijakan pemerintah lainnya seperti BI 7-Day Repo Rate, Tax Amnesty, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Paket Kebijakan Ekonomi, dan lainnya mendorong pertumbuhan properti nasional, yang sempat turun tajam pada tahun 2016 lalu.

1 of 2

Bersaing Lewat Konsep

Senada dengan itu, kalangan pengembang properti juga memandang tahun 2018 dengan sikap optimistis. Peluang sektor properti untuk tumbuh di tahun politik dinilai masih terbuka. Kekhawatiran terhadap tahun politik hendaknya tidak menjadi kendala bagi pengembang.

Kepada Rumah.com, Managing Director Synthesis Residence Kemang, Julius Warouw, berpendapat agar proyek bisa bersaing secara kompetitif, strategi tepat adalah menciptakan sesuatu berbeda agar hunian yang dikembangkan tetap diminati meski kondisi pasar tengah memanas.

Apartemen di Jakarta saat ini umumnya tampil dengan desain modern, tanpa ada sentuhan nilai lokal Indonesia yang sejatinya memberi warna lebih universal. Padahal mewujudkan hunian dengan kelengkapan fasilitas yang membuat penghuni merasakan suasana homey sesungguhnya tidak mudah,” ujarnya.

“Sejalan dengan pertumbuhan hunian, konsumen merindukan suasana kultural yang hadir di sekeliling mereka, dengan suasana kedaerahan yang membawa fase hidup seimbang antara modernisasi tanpa menanggalkan budaya,” ia menambahkan.

Untuk itu, Synthesis Development menghadirkan proyek Synthesis Residence Kemang dengan konsep yang sarat khas budaya Indonesia, tanpa meninggalkan kemajuan zaman now yang sejatinya menjadi kebutuhan masyarakat.

“Synthesis Residence Kemang berada di kawasan yang identik dengan seni dan tradisi di tengah kota Jakarta. Hasl ini menjadi point of interest yang ditawarkan kepada konsumen,” kata Julius.

Proyek apartemen strata title yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektare dengan total hunian 1.188 unit itu, mengangkat budaya Jawa dengan nilai universal yang ditunjukan melalui konsep arsitektur berupa hadirnya sentuhan Batik Kawung dan Pendopo Rumah Joglo.

“Sejak pertama kali, kita punya carefully design untuk kenyamanan penghuni, ada sentuhan emosional di situ. Tujuannya, apartemen ini menjadi home bagi orang yang tinggal di dalamnya, dengan salah satu nilainya adalah privacy,” kata Julius. 

Menyoal alasan konsep etnik dan unsur heritage yang dipilih, Julius menyatakan, saat ini kebanyakan orang rindu dengan sesuatu yang tradisional. “Terlebih lagi, kedua unsur tersebut saat ini telah menjadi tren masyarakat kelas atas di Tanah Air,” tambahnya.

Tertarik berinvestasi properti di tahun ini? Lihat pilihan perumahan di bawah Rp1 miliar dengan prospek bagus di sini!

Lanjutkan Membaca ↓