Cibubur Siap Jadi Lokasi Hunian Nyaman Bebas Macet?

Oleh Fathia Azkia pada 09 Jan 2018, 13:51 WIB
20160505- Kemacetan Mengular di Tol Cibubur-Jakarta- Immanuel Antonius

Liputan6.com, Jakarta Integrasi properti dengan transportasi massal menjadi aspek penting bagi setiap pengembang real estate. Penggabungan ini dinamakan Transit Oriented Development (TOD).

TOD sendiri merupakan salah satu pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan maksimalisasi penggunaan angkutan massal, seperti Trans Jakarta, commuter line, MRT, kereta api ringan (LRT), dan dilengkapi dengan jaringan jalan pejalan kaki serta sepeda.

Kawasan TOD nantinya akan terdiri dari beberapa bangunan vertikal dengan varian fungsi seperti rumah susun, sekolah, pasar, perkantoran, apartment, pusat perbelanjaan dan hotel. Kawasan TOD juga akan saling terintegrasi dengan kawasan TOD lainnya.

Baca juga: Mau Rumah–Kantor–Rumah Bebas Macet? Tinggal di Hunian TOD!

Di dalam sistem TOD, pembangunan permukiman penduduk harus berada satu kawasan dengan pusat bisnis. Cara ini bertujuan membatasi dan mempersempit aktivitas pergerakkan orang dan barang.

Selain itu, TOD juga memungkinkan terjadinya remigrasi urban. Artinya, orang-orang yang selama ini berdiam di wilayah penyangga dan bekerja di pusat kota Jakarta, justru akan tertarik menjadikan wilayah penyangga tersebut sebagai tempat utama beraktivitas.

Terhitung saat ini ada lebih dari 15 proyek residensial yang dibekali konsep TOD. Lokasinya tersebar baik itu di area Serpong, Bekasi, Bogor, Depok dan utamanya di Jakarta. Untuk mengetahui proyek properti mana yang berkonsep TOD, silakan tanyakan langsung ke Agen Properti Profesional.

Proyek Light Rapid Transit untuk rute Cibubur-Cawang-Grogol.
1 of 3

Keuntungan Bagi Warga Cibubur

Konsep TOD juga menyasar wilayah Cibubur melalui sarana transportasi Light Rapid Transit (LRT) dengan rute Cibubur – Cawang – Dukuh Atas. Rencanya, LRT sudah bisa dinikmati pada tahun ini.

Tidak hanya itu, warga Cibubur juga bakal mengakses Tol Cimanggis – Cibitung yang mulai beroperasi tahun 2018. Tol ini nantinya akan terhubung juga dengan Tol Jagorawi dan Tol JORR 2, serta Tol JORR W2 ke Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Ishak Chandra, CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land kepada Rumah.com menjelaskan, “Potensi hunian di koridor timur Jakarta adalah yang akan berkembang paling pesat saat ini. Hal ini dikarenakan harga tanah di area Jakarta selatan, pusat dan barat sudah tinggi dan tren huniannya sudah mengarah ke vertikal.”

“Sementara itu, hunian di pinggir kota seperti Cibubur telah dilengkapi akses transportasi publik yang mudah dan terintegrasi, sehingga kawasan ini menjanjikan keuntungan berinvestasi berlipat di masa mendatang,” ujarnya kepada Rumah.com.

Baca juga: Pilih Apartemen atau Rumah di Cibubur?

Ia menambahkan, kawasan hunian dan komersial terpadu yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal akan menjadi solusi atas kehidupan masyarakat Jakarta yang semakin hari semakin terjebak dalam kemacetan.

Kedepannya LRT ini sudah pasti akan menjadi sarana transportasi unggulan, mengingat selain murah juga memiliki waktu tempuh yang relatif singkat.

Bayangkan, Cibubur-Cawang yang berjarak 15 kilometer dijamin hanya akan membutuhkan lama perjalanan sekitar 15 menit saja.

Jika LRT sudah resmi beroperasi, citra Cibubur diprediksi akan berubah, terutama di pasar properti. Jika Anda tertarik berinvestasi mulai sekarang, berikut adalah daftar hunian, baik apartemen maupun rumah tapak yang bisa dijadikan referensi.

2 of 3

Pilihan Rumahnya

Kaliana Apartment dikembangkan oleh mega developer PT. Metropolitanland Tbk. Apartemen ini menawarkan fasilitas penunjang gaya hidup kaum urban yang praktis dan dinamis.

Untuk tipe terkecil terbagi menjadi Studio dengan luas area 23.35m2 dan Studio+ yang memiliki luas 25.82m2. Harga jual termurah adalah Rp290 juta sementara tipe Studio+ dipasarkan Rp320 jutaan.

Mengusung konsep lansekap lingkungan khas Bali, The Wiladatika Residence hadir di tengah persaingan ketat hunian di area Cibubur. Dibangun di atas lahan seluas 6 hektar, klaster dilengkapi berbagai fasilitas diantaranya klub kebugaran dengan sarana olahraga yang lengkap.

Hadir dengan empat tipe berbeda, pengembang mengadopsi gaya arsitektur modern minimalis pada seluruh unit rumahnya. Soal harga ditawarkan mulai Rp1,63 miliar sampai yang tertinggi Rp3,65 miliar.

Harvest City tepat berada di Kawasan Segitiga Emas (Cibubur – Bekasi – Cikarang), merupakan Kota Mandiri terbesar di kawasan ini dengan lahan 1050 Ha. Untuk type hunian yang ditawarkan mulai harga Rp300 juta hingga Rp741 juta.

Didukung sejumlah fasilitas seperti Kolam Renang dan Wahana Permainan Air, pasar tradisional, Feeder Busway Harvest City – Blok M dan Tanjung Priok, Pusat Pendidikan seperti Sekolah Katolik Santo Yoseph, Sekolah Muslim Ibnu Sina, dan masih banyak lainnya.

Mau cari properti dekat LRT? Klik dan cari daftar pilihannya dengan harga mulai dari Rp500 Juta hanya di Perumahan Baru Rumah.com.

Lanjutkan Membaca ↓