Ini Nilai Plus Punya Hunian di Kota Mandiri

Oleh Wahyu Ardiyanto pada 05 Des 2017, 20:09 WIB
20171205-punya-rumah di kota mandiri

Liputan6.com, Jakarta Peluang untuk punya hunian di ibukota kian hari sepertinya makin tipis saja jika mengingat semakin terbatasnya lahan dan harga yang terus naik gila-gilaan. Merujuk data Rumah.com Property Index Q3 2017, median harga rumah di DKI Jakarta kini berada pada posisi Rp21,44 juta per meter persegi, naik 2,07% dibanding kuartal sebelumnya.

9 dari 10 orang bilang lokasi lebih penting daripada harga saat mencari rumah. Setujukah Anda? Suarakan pendapat Anda lewat survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index. Berhadiah total 10 juta untuk 5 pemenang!

Nah, kehadiran kota mandiri bisa dibilang salah satu opsi yang paling masuk akal. Secara ekonomi dan sosial lingkungan kota mandiri dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari karena dilengkapi banyak infrastruktur pendukung. Dan kini semakin banyak pengembang properti yang berupaya mewujudkan kota mandiri yang terintegrasi.

(Simak Juga: TOD dan Kota Mandiri, Gambaran Tren Properti Hari Ini)

Berawal dari area BSD dan Bintaro yang bisa dianggap sebagai kota mandiri yang sukses, tren hunian seperti ini juga semakin banyak ditemukan di kota penyangga Ibukota lainnya seperti Cikarang dan Sentul. Perkembangan bisnis dan pabrik industri di dua area ini mendorong permintaan hunian yang tinggi.

Cek di sini untuk pilihan hunian di kawasan Bintaro dengan harga di bawah Rp1 miliar.

Sebagai contoh tengok saja kawasan Cikarang. Keberadaan berbagai kawasan industri seperti East Jakarta Industrial Park (EJIP), Kawasan Industri Jababeka, Kawasan Industri Lippo, dan lainya seolah menjadi magnet penguat tumbuhnya hunian-hunian seperti Kota Jababeka dan Delta Mas yang terus mengembangkan proyek-proyek mereka yang terintegrasi guna membentuk kota mandiri.

Begitupun Sentul City yang juga mengembangkan konsep kota mandiri. Bahkan PT Sentul City Tbk. (BKSL) selaku pengembang kawasan tersebut dan Sumitomo Corporation asal Jepang baru saja (28/11) menandatangani perjanjian pendirian usaha patungan (joint venture).

Dan sebagai proyek perdana, perusahaan patungan ini akan menggarap proyek apartemen sebanyak tiga tower di dalam kawasan superblok CBD sebagai bagian dari komitmen untuk mewujudkan kota mandiri yang terintegrasi. Rencananya tiga tower apartemen ini akan topping off pada kuartal III tahun 2018 yang akan datang.

Nah, jika Anda tengah berencana membeli hunian, simak dulu asyiknya punya rumah di kota mandiri berikut ini:

1 of 2

Untungnya Tinggal di Kota Mandiri

1. Harga Lebih Manusiawi

Hunian yang berada di kota mandiri bisa lebih murah, karena harga lahan terbilang lebih rendah jika dibandingkan pusat kota. Inilah yang membuat kota penyangga sering menjadi sasaran pengembangan rumah atau apartemen. Cek di sini untuk pilihan perumahan di kawasan Bekasi dengan harga mulai dari Rp300 jutaan.

2. Fasilitas Bersaing

Sekalipun berada di pinggiran kota bukan berarti fasilitas penunjang yang ditawarkan tak kalah lengkap. Bahkan, sampai ada yang memiliki taman luas dan pusat rekreasi sendiri. Tak sedikit pula yang dikembangkan sebagai kawasan terpadu, sehingga antara pusat perkantoran, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas publik lainnya berada dalam satu wilayah.

3. Akses Langsung ke Ibukota

Kawasan penyangga umumnya juga sudah terkoneksi dengan layanan transportasi menuju ibukota. Terlebih untuk yang berada di kawasan Jabodetabek yang akan segera terhubung dengan moda transportasi massal seperti MRT dan LRT.

Baca juga: Inilah Lokasi Perumahan dengan Akses Cepat ke Ibukota

4. Nilai Jual Kembali Tinggi

kawasan kota mandiri yang dikelola pengembang yang profesional umumnya akan menjelma menjadi kawasan modern nan diminati dalam tempo 10-20 tahun ke depan. Hal ini tentu saja bisa jadi peluang investasi.

Lanjutkan Membaca ↓