Investasi Properti Cikarang Makin Memikat

Oleh Fathia Azkia pada 01 Des 2017, 15:41 WIB
Tak ada lagi kata ragu untuk tinggal di Cikarang jika kita memilih tinggal di Apartemen Meikarta.

Liputan6.com, Jakarta Sekitar 60% perekonomian nasional Tanah Air saat ini masih berpusat di kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Bandung. Tetapi, 70% dari total nominal tersebut merupakan kontribusi Bekasi termasuk Cikarang.

Daerah yang merupakan salah satu tujuan investor tersebut memegang porsi ekonomi 2,11% atau mencapai sekitar Rp 243,4 triliun. Baca juga: Sekarang Hunian Vertikal di Cikarang Pun Mulai Dilirik Orang

Tumbuhnya kawasan industri di Cikarang disinyalir sebagai pemacu berkembang pesatnya sektor properti di kawasan timur Jakarta. Tidak mengherankan Cikarang kini punya akses mudah serta infrastruktur teranyar yang mampu menjadikannya semakin menarik di mata investor.

Ditelisik lebih jauh, setidaknya terdapat tujuh faktor yang menjadi keunggulan dan potensi Cikarang, khususnya dari kacamata properti. Seperti:

  • Sebagai kawasan emerging district
  • Harga hunian yang terjangkau (affordable product)
  • Akses cukup baik dan terus dikembangkan (good accessibility)
  • Pertumbuhan bisnis
  • Perkembangan penduduk
  • Banyaknya tenaga kerja asing dan
  • Kebutuhan produk yang berkualitas.

Seperti dikutip Rumah.com, potensi tersebut memberi banyak pengaruh khususnya mendorong tingginya kebutuhan akan hunian bagi para pekerja di Kawasan Industri Cikarang. Termasuk pekerja asing yang memiliki aktivitas di sana.

Hal ini juga yang mendorong sejumlah developer untuk membangun hunian sesuai kebutuhan dan selera pasar. Dari sisi keuntungan, pertumbuhan harga residensial seperti rumah tapak dan apartemen yang ada di Cikarang bisa mencapai 10% sampai 20% per tahun.

Rumah.com Property Index mencatat median harga properti di Bekasi, termasuk Cikarang tentunya, pada kuartal empat (Q4) 2017 berkisar Rp5,96 juta per m2, naik 0,95% dibanding Rp5,91 di Q3.

Jika dipantau sejak awal tahun, harga terus bergerak naik meski tipis. Di mana pada Q1 2017 median harga masih berada di angka Rp5,84% juta per meter persegi. Sementara untuk mengetahui prediksi pasar properti 2018, klik di sini!

1 of 2

Aset Investasi Menggiurkan

Diketahui, sumber kegiatan industri terbesar di Cikarang Barat hingga hari ini masih berasal dari kawasan industri MM2100. Ada sekitar 250 perusahaan yang sebagian besar dari Jepang dengan sekitar 150.000 pekerja di sana.

Sayangnya di satu sisi, permintaan akan hunian dan komersial yang sangat tinggi belum terakomodasi dengan baik di sekitar kawasan MM2100.

Berjarak 13,5km dari MM2100, baru ada salah satu perumahan yakni Green Cikarang Riverside (GCR). Lokasi perumahan ini berada di Jalan Raya Serang-Setu, dengan pasokan 16 unit rumah yang dijual mulai dari Rp294 juta- Rp335 juta.

Kategori penghuni yang tinggal di sini diperkirakan berasal dari professional muda atau keluarga kecil. Ini lantaran unit dengan tipikal luas bangunan 30m2 terbilang praktis untuk ditempati. Unitnya terdiri dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi.

Sedangkan perumahan Citaville Cikarang memiliki jarak yang lebih dekat dengan kawasan industri Kota Jababeka. Hanya 4,9km atau butuh waktu kurang dari 20 menit berkendara.

Citaville mengusung konsep perumahan cluster dengan unit yang dibatasi agar tidak terlalu padat untuk menjaga kenyamanan para penghuninya.

Berdasarkan ulasan lengkapnya di Review Properti, nilai investasi atau kenaikan harga rumah di Citaville Cikarang sekitar 5% dalam kurun waktu satu tahun.

6 dari 10 orang berminat tinggal di Apartemen. Apa tipe properti pilihan Anda?Suarakan pendapat Anda lewat survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index. Berhadiah total 10 juta untuk 5 pemenang!

Lanjutkan Membaca ↓