Simak Tren Harga Rumah di Jakarta

Oleh Fathia Azkia pada 10 Nov 2017, 17:35 WIB
pembangunan hunian di jakarta

Liputan6.com, Jakarta Berdasarkan hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index, Jakarta hingga kini masih menjadi lokasi favorit para pencari hunian di Indonesia.

Rumah.com Property Affordability Sentiment Index merupakan survei tahunan yang dilakukan oleh Rumah.com bekerja sama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura, dengan total 1.030 responden yang dilakukan pada bulan November-Desember 2016.

Data ini diperoleh dari Rumah.com Property Market Index berdasarkan perilaku 3,4 juta pengunjung Rumah.com yang mengakses 17 juta halaman properti setiap bulan di Rumah.com.

Terkait ketertarikan masyarakat tinggal di Jakarta sudah tentu didasari karena pertimbangan lokasi, akses, dan harga menjadi faktor utamanya. Apalagi memiliki rumah pribadi di Ibukota bisa jadi sebuah prestise tersendiri.

Sementara merujuk data Rumah.com Property Index kuartal tiga (Q3) 2017, median harga rumah di DKI Jakarta berada pada posisi Rp21,44 juta per meter persegi, naik 2,07% dibanding kuartal sebelumnya.

Jakarta Pusat

Sebagai jantung Central Business District (CBD) se-Indonesia, tak heran bila median harga rumah di wilayah ini sangat tinggi yakni Rp27,92 juta per meter persegi. Harga ini lebih tinggi dibanding Q3 tahun lalu yang mencatatkan Rp26,23 juta per m2.

Karateristik Jakarta Pusat pun sangat unik, terutama di lokasi yang bersebelahan langsung dengan  wilayah lainnya.

Misalnya di lokasi perbatasan antara Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan harga tanah berkisar di atas Rp25 Juta. Sedangkan perbatasan dengan Jakarta Barat harga tanah masih lebih sedikit murah yakni di bawah Rp15 Juta per meter persegi.

 

Jakarta Utara

Perkembangan harga tanah di Jakarta Utara dimotori beberapa wilayah seperti Pluit (Penjaringan), Kelapa Gading, dan Sunter dengan harga tanah rata-rata tertinggi Rp30,6 juta meter persegi.

Harga tanah di Pluit pun mengejar Kelapa Gading dengan kisaran Rp18 juta – 30 juta meter persegi. Di beberapa titik, harga tanah dapat mencapai Rp35 juta meter persegi, bahkan untuk lahan komersial bisa mencapai Rp60 juta meter persegi.

Untuk rumah, median harganya di Q3 tahun ini berada pada posisi Rp31 juta per m2. Naik 1,45% dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya Rp30,56 juta per m2.

Jakarta Barat

Pertumbuhan bisnis properti di Jakarta Barat hingga kini masih terpantau relatif stabil. Kondisi ini terbukti dari masih gencarnya sejumlah pembangunan proyek apartemen maupun perumahan tapak, yang semakin menarik dengan rencana tata kota dan infrastruktur teranyar.

Melalui akses tol lingkar luar Jakarta (JORR West 1) seksi Kebon Jeruk – Penjaringan, warga di Jakarta Barat sendiri bisa menikmati jalan bebas hambatan yang menghubungkan kawasan ini dengan Jakarta Selatan sampai Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta.

Dari sisi infrastruktur, Jakarta Barat rencananya bakal mengembangkan proyek LRT koridor 4, Puri Kembangan-Tanah Abang sepanjang 9,3 kilometer. Hal ini pun sudah tertuang dalam Peta Jaringan Kereta Perkotaan Jabodetabek 2020 milik Pemprov DKI Jakarta.

Terkait median harga, rumah di Jakarta Barat dipatok Rp21,94 juta per meter persegi. Harga ini mengalami penurunan tipis sejak kuartal dua 2017.

Jakarta Selatan

Wilayah Jakarta Selatan hingga saat ini masih ditetapkan sebagai lokasi favorit masyarakat dalam mencari hunian ideal. Fakta ini belum berubah dari data terakhir yakni survei yang dilakukan Rumah.com di sepanjang enam bulan pertama tahun 2016.

Tingginya aktivitas ekonomi di Jakarta Selatan dibarengi dengan permintaan sektor properti yang cukup ramai. Simak juga: Mampu Cicil Rp21 Juta, Syarat Punya Rumah di Jakarta

Mengamati perkembangannya sejak beberapa tahun silam, Jakarta Selatan terus berbenah diri dengan menawarkan sejuta pesonanya di sektor properti. Meski lahan sudah terbatas, nyatanya pembangunan hunian tapak maupun vertikal masih mudah ditemukan di sini.

Khusus untuk rumah tapak, median harganya terus mengalami kenaikan konsisten dari awal tahun ini. Pada Q1, harga rumah berkisar Rp20,73 juta lalu naik menjadi Rp21,31 juta di kuartal dua. Sementara di Q3, median harga kembali naik sebesar Rp22,03 juta per meter persegi.

Jakarta Timur

Minimnya jaringan infrastruktur di Jakarta Timur dibandingkan wilayah lainnya merupakan penyebab ketertinggalan Jakarta Timur. Itu pula yang mengakibatkan pasaran harga tanah perumahan di kawasan ini jauh tertinggal.

Untuk rumah, rata-rata sebesar Rp 7,9 juta/m2, lebih rendah dibandingkan Jakarta Barat yang Rp 13,2 juta/m2, Jakarta Utara Rp 17,1 juta/ m2, Jakarta Selatan 17,9 juta/m2, dan Jakarta Pusat Rp 18,7 juta/m2.

Beberapa pengembang yang punya proyek di sini juga masih menawarkan harga rumah di kisaran Rp 1 – 2 miliar yang terbilang masih cukup rendah untuk ukuran rumah di DKI Jakarta.

Indikasi pasar yang terus bergerak ke arah positif memicu sebagian masyarakat mulai berani berinvestasi properti. Tertarik cari apartemen atau rumah tapak untuk ladang investasi? Cari dan temukan pilihan harganya mulai Rp300 juta.