Dibanding Kelapa Gading, Alam Sutera Jauh Lebih Mewah

Oleh Fathia Azkia pada 09 Nov 2017, 17:11 WIB
Green Tunnel Alam Sutera

Liputan6.com, Jakarta Kendati kondisi pasar properti masih dalam tahap pemulihan (recovery), namun beberapa pengembang asing masih optimistis mampu menggaet pangsa pasar dari Tanah Air.

Keyakinannya didasari lantaran kondisi keamanan dan ekonomi dalam negeri yang relatif stabil, tidak seperti negara Timur Tengah yang bergejolak. Selain itu, Indonesia juga dinilai sebagai negara yang paling demokratis.

Di satu sisi, demografi di Indonesia masih menjadi magnet terbesar yang memacu kedatangan pengembang asing. Di mana hampir 50% masyarakat masih berusia di bawah 30 tahun, yang artinya ada peluang sangat besar dalam kebutuhan hunian.

Menurut perkiraan konsultan properti Savills Indonesia, setidaknya akan ada ekspansi 10 hingga 20 pengembang asing, khususnya dari Asia ke Tanah Air tahun depan. Utamanya dari Jepang, Tiongkok, Singapura, dan Hong Kong.

Baca juga: Harga Terus Naik, Tiongkok ‘Ketagihan’ Bidik Alam Sutera

Memasang ‘kuda-kuda’ lebih dulu, pengembang asal Singapura PT Brewin Mesa Sutera ikut meramaikan pasar properti Indonesia melalui proyek The Lana. Apartemen kelas atas seharga Rp1 miliar – Rp4,5 miliar ini bertempat di kota mandiri Alam Sutera.

Ditemui Rumah.com dalam jumpa media, Kamis (09/11), Presiden Director PT Brewin Mesa Sutera, Bill Cheng mengaku alasan memilih Alam Sutera sebagai lokasi untuk proyek pertamanya di Tanah Air adalah karena dinilai punya potensi menjanjikan.

“Jakarta memang property market utama. Tapi seiring pertumbuhan, masyarakat kini cenderung berekspansi untuk tinggal ke luar Jakarta. Dan kami melihat Tangerang khususnya Alam Sutera punya perkembangan pesat. Dibandingkan Kelapa Gading atau Jakarta Selatan, township ini jauh lebih mewah dan prestis,” ujarnya.

Kelapa Gading sendiri saat ini sudah mengalami keterbatasan stok rumah tapak (landed house) sehingga mendorong tetap tingginya permintaan hunian sekunder sejak 2015. Kondisi ini terjadi mengingat harga rumah seken relatif lebih murah dibanding rumah baru.

Berdasarkan pantauan Rumah.com, harga rumah di Kelapa Gading bervariasi. Untuk rumah seken yang direnovasi total sehingga nampak baru dipasarkan sekitar Rp3 miliaran. Sementara untuk rumah dalam kondisi baru (primary) dipasarkan mulai Rp5 miliar.

1 of 2

Punya Nilai Jual

Menurut Bill Cheng, meski harga yang ditawarkan The Lana lebih mengarah ke pembeli kalangan investor dan pebisnis besar, namun pangsa pasar ternyata cukup mudah diserap. Hal ini merujuk catatan penjualannya.

“Dari total 564 unit yang ada, sekarang 160 unit telah terjual sejak kuartal pertama tahun ini. Jika dirata-rata, kami bisa menjual 30 unit per bulan. Kami percaya diri menyebut ini adalah the best-selling project di Tangerang, sebab dengan harga premium, angka penjualan sebesar itu terbilang sangat bagus,” katanya.

Sementara itu beberapa waktu lalu Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Real Estate Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata mengungkapkan, Alam Sutera memang memiliki keunikan yang menjadi nilai jual bagi industri properti.

Simak juga: Berharga 300 Jutaan, Hunian Dekat Alam Sutera Jadi Rebutan

“Sebab tanpa perlu ongkos tambahan, dari tempat tinggal Anda bisa berjalan kaki menuju pusat pendidikan maupun bisnis. Di samping itu, permintaan terhadap lokasi hunian yang dekat dengan fasilitas seperti ini makin tinggi. Jadi, tak heran jika harga hunian di kawasan Alam Sutera pun terus meningkat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut bisa dijadikan peluang emas untuk melakukan investasi properti terutama apartemen.

“Kalangan eksekutif muda dan mahasiswa menjadi target yang sangat potensial. Namun tantangannya, pengembang harus mampu menyediakan hunian apartemen yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup anak muda yang dinamis,” tutupnya.

Prospektifnya kawasan Alam Sutera dan sekitarnya menarik banyak perhatian investor maupun end user untuk tinggal di sini. Apakah Anda juga demikian? Lihat dan temukan daftar properti baru harga di bawah Rp1 miliar di sini.

Lanjutkan Membaca ↓