Trans Papua Bisa Genjot Pasar Properti Sekitar

Oleh Fathia Azkia pada 17 Mei 2017, 13:18 WIB
Jalan Trans Papua (Dok Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta Demi percepatan pemerataan pembangunan di Indonesia dalam rangka memenuhi keadilan dan mengurangi kesenjangan ekonomi antar wilayah, Pemerintah fokus menghadirkan sejumlah infrastruktur baru di Provinsi Papua dan Papua Barat. Salah satunya, Trans Papua.

Secara keseluruhan, jalan nasional Trans Papua akan membentang sepanjang 4330,07 km, dengan rincian yang belum tembus sepanjang 479,04 km (11%) dan pada akhir tahun 2017 ditargetkan berkurang menjadi 366,20 (8%). Hal ini seperti dilansir dari laman Rumah.com.

“Seluruh ruas Trans Papua ditargetkan tembus tahun depan. Dalam dua tahun terakhir, anggaran pembangunan jalan yang dialokasikan untuk Provinsi Papua Barat sekitar Rp1 triliun dan Papua Rp1,6 triliun. Sedangkan pada pada tahun 2017, anggaran untuk Papua Barat sebesar Rp1 triliun dan Papua Rp2,4 triliun,” ujar Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Achmad Ghani Ghazaly.

Untuk memastikan progress berjalan sesuai rencana, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bersama dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono mengunjungi lokasi pembangunan beberapa hari lalu.

Baca: PUPR Bakal Bedah 300 Rumah Kumuh di Papua Barat

Mengendarai motor trail sejauh 7km, keduanya menelusuri jalan Trans Papua mulai dari KM 35 hingga KM 42 ruas Wamena-Habema, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

Ruas yang dijajal Presiden dan rombongan memiliki pemandangan eksotik Danau Habema yang berada di ketinggian 3225 mdpl (meter diatas permukaan laut).

Jalan menuju danau Habema dari distrik Wamena terbilang mulus, karena 37,5 km diantaranya telah teraspal dan sisanya masih berupa perkerasan tanah.

“Kalau naik mobil berbeda sensasinya dengan kita naik motor trail. Dengan motor, kita bisa merasakan langsung sulitnya membangun Trans Papua,” tutur Presiden Jokowi.

Ruas Wamena-Habema-Kenyam-Mumugu merupakan bagian dari segmen 5 Trans Papua dengan panjang 284,3 km yang pada 2016 lalu berhasil ditembus bekerjasama dengan Direktorat Zeni TNI AD.

Saat ini ruas jalan Wamena hingga Mumugu sudah fungsional sepanjang 90 km yaitu dari Wamena-Habema-Mbua. Masyarakat sudah menggunakan ruas jalan ini dengan kendaraan double cabin walaupun kendaraan yang melintas masih terbatas jumlahnya.

Lihat: Daftar Lengkap Rumah Subsidi di Papua

Turunkan Harga Logistik, Naikkan Sektor Properti

“Pembangunan jalan di Provinsi Papua dan Papua Barat tidak semata menghubungkan antar kota atau kabupaten untuk membuka keterisolasian, namun juga mampu menurunkan biaya logistik,” kata Menteri Basuki.

Pasalnya, ruas tersebut menghubungkan Pegunungan Tengah dengan salah satu pusat distribusi logistik yang terletak di selatan Papua, yakni antara Wamena dengan Kenyam dan Pelabuhan (eksisting) Batas Batu serta Pelabuhan di Mumugu sebagai bagian dari Tol Laut Nusantara.

Jarak menuju pelabuhan Batas Batu maupun Mumugu lebih dekat dibandingkan ke Jayapura yang berjarak 585 km.

Terbukanya wilayah Pegunungan Tengah menuju selatan Papua diharapkan dapat memperlancar distribusi logistik serta menekan tingginya harga kebutuhan pokok di Pegunungan Tengah. Selama ini, kebutuhan pokok didatangkan dari Jayapura melalui udara.

Selain berpengaruh terhadap sektor logistik, pembangunan Trans Papua juga diyakini mampu membangkitkan pertumbuhan sektor properti yang belum signifikan.

“Dibandingkan dengan provinsi lainnya, pasar properti Papua belum substansial. Ini bisa dilihat dari masih banyaknya ruang dan laju konstruksi bangunan yang berbanding lurus dengan infrastruktur,” terang Ketua DPD REI Papua, Maria Nelly Suryani.

Menurutnya, kondisi tersebut berhubungan langsung dengan sinkronisasi bawah standar peraturan antara Pemerintah pusat dengan Pemerintah Daerah.

“Sebab tak bisa dipungkiri, infrastruktur yang baik merupakan kunci pertumbuhan perekonomian yang dinamis dan menarik investor,” tandasnya.