Drama Pilkada Jateng, Golkar Urung Usung Ganjar dan Penolakan Ida

Oleh Edhie Prayitno IgeFelek Wahyu pada 10 Jan 2018, 06:24 WIB
Ganjar Resmi Mendaftar, Golkar Membantah, Ida Ditolak

Liputan6.com, Jakarta - Pasangan petahana Ganjar Pranowo dan Taj Yasin telah resmi mendaftar sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Selasa (9/1/2018). Ini merupakan pasangan pertama yang mendaftar Pilgub Jateng 2018. Mereka tiba di Kantor KPU, Jalan Veteran, Kota Semarang, pukul 15.15 WIB.

Menurut Komisioner KPU Muslim Aisa, setelah diperiksa, berkas calon dari koalisi PDIP, PPP, Demokrat, dan Nasdem ini dinyatakan lengkap. Namun Aisa menjelaskan bahwa Partai Golkar dipastikan tidak ikut dalam koalisi.

"Golkar tidak gabung. Tadi hanya PDIP, PPP, Demokrat dan Nasdem," kata Muslim Aisa.

Setelah pendaftaran ini, KPU akan mengundang pasangan calon untuk mengikuti briefing pada 11 Januari 2018. Lalu pada esok harinya tes kesehatan pasangan calon. Kemudian pada 12 Februari 2018 KPU akan menetapkan pasangan calon peserta Pilgub Jateng 2018.

"Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan di RSUP dr Kariadi Semarang," kata Muslim.

Usai pendaftaran, Ganjar Pranowo, mengaku senang dengan banyaknya partai yang mengusungnya pada Pilgub Jateng 2018. Selain itu ada juga berbagai kelompok masyarakat yang mendukung.

"Kalau tidak kita tahan seluruh Jateng datang ke sini. Tapi saya bilang lebih baik energi digunakan untuk ke depan dan bersama-sama menyatukan semangat dalam pemenangan nanti," kata Ganjar Pranowo.

 

1 of 3

Golkar Bantah Dukung Ganjar

Golkar Bantah Dukung Ganjar
Bendera Golkar dikibarkan saat Ganjar Pranowo mendaftar, meski Golkar membantah mendukung Ganjar. (foto: Liputan6.com/felek wahyu)

Sementara itu, Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Iqbal Wibisono membantah adanya informasi bahwa Partai Golkar mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin.  Sebelumnya klaim bahwa Partai Golkar mendukung pasangan Ganjar-Taj, disampaikan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto.

"Secara lisan kita sudah komunikasi secara baik dengan DPP Partai Golkar dan menyatakan mendukung pasangan Ganjar-Yasin," katanya di kantor DPD PDIP Jawa Tengah.

Bambang memang belum memastikan Partai Golkar masuk koalisi parpol pengusung Ganjar-Yasin. Itu disebabkan karena belum ada dokumen hitam diatas putih.

"Itu lambang Partai Golkar mau saya turunkan nggak boleh, ini hanya soal teknis, katanya begitu," kata Bambang sambil menunjuk layar lebar yang ada di kantor DPD PDIP Jateng.

Atas klaim itu, Iqbal mengaku belum diajak bicara. Namun ia tak menutup kemungkinan jika komunikasi dilakukan di tingkat pusat.

"Mungkin dilakukan politisi tingkat atas. Prinsipnya keputusan DPP Partai Golkar kita tegak lurus untuk mengawalnya," kata Iqbal.

Belum adanya arah koalisi karena ada hal prinsip dalam politik yang harus diselesaikan.  Iqbal juga menyebutkan bahwa pihaknya tidak tahu pemasangan logo Partai Golkar dalam pengusungan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin.

 

2 of 3

Pernah Diperiksa KPK, Ida Fauziah Ditolak

Ida Fauziah Ditolak Pendukung Sudirman
Nidhomuddin, salah satu relawan pendukung Sudirman Said mengancam mengalihkan dukungan jika tetap memilih Ida sebagai wakil. (foto: Liputan6.com/edhie prayitno ige)

Dari kubu Sudirman Said, pemilihan Ida Fauziah sebagai calon wakil gubernur justru mendapat penolakan dari para relawan pendukung di akar rumput. Mereka mengaku kecewa terhadap penunjukkan Ida Fauziah oleh Sudirman Said.

Nidhomuddin yang menjadi relawan tim pemenangan Sudirman Said mengaku kekecewaan itu akan diwujudkan dalam gerakan penggembosan. Ia mengaku sudah bergerak membentuk kelompok-kelompok masyarakat yang siap bergerak.

"Saya dan teman-teman di Sarang, Rembang jelas kecewa. Begitu diumumkan, kami berdiskusi dan ternyata figur Ida Fauziyah banyak yang tak mengenal kinerjanya. Bahkan malah pernah berurusan dengan hukum dan diperiksa KPK," kata Nidhom.

Penolakan juga dilakukan relawan Sudirman Said di Semarang. Titik Subiyanto, salah satu penggerak tim Sudirman Said menyebutkan bahwa Jawa Tengah membutuhkan sosok yang mampu mengimbangi pasangan petahana. Baik dari popularitas maupun elektabilitas.

"Ukurannya jelas. Rekam jejak kerjanya terhadap masyarakat Jawa Tengah. Nah mbak Ida Fauziah ini perolehan suara dalam pemilu legislatif 2014 hanya 37.251. Bagaimana bisa mendongkrak?" kata Titik.

Atas putusan Sudirman Said, Titik mengaku sudah berkomunikasi dengan jejaring akar rumput di seluruh Jawa Tengah. Mereka menyatakan akan mengalihkan dukungan jika Sudirman Said tak mengubah keputusannya.

Lanjutkan Membaca ↓