Kenapa Hasil Quick Count Pilkada DKI Beda dengan Survei Terakhir?

Oleh Raden Trimutia Hatta pada 21 Apr 2017, 12:03 WIB
banner quick count pilkada DKI 2017 putaran kedua

Liputan6.com, Jakarta - Hasil hitung cepat atau quick count Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dengan total suara masuk 100 persen, Ahok-Djarot memperoleh 41,9 persen dan Anies-Sandi memperoleh 58,1 persen. Hasil ini berbeda jauh dengan survei terakhir yang dilakukan SMRC.

Survei terakhir yang digelar SMRC pada 31 Maret-5 April 2017 menunjukkan kedua pasangan calon (paslon) bersaing dengan ketat. Pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat meraih 46,9 persen. Sementara untuk pasangan calon (paslon) nomor urut 3 meraup 47,9 persen.

Dalam survei terakhir itu, selisih elektabilitas kedua pasangan calon hanya sekitar 1 persen. Namun, dalam quick count yang dilakukan usai pencoblosan Pilkada DKI berakhir, selisih elektabilitas Ahok-Djarot dengan Anies-Sandi sekitar 7 persen. Apa penyebabnya?

"Kalau di dalam survei sebelumnya, tidak bisa menggali alasan orang kenapa tidak memilih Ahok dan kenapa memilih Anies. Ditambah orang yang waktu itu (saat survei) belum menentukan pilihan masih sangat signifikan," ujar pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, kepada Liputan6.com di Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Kalangan kelas menengah yang terdidik, ujar dia, tidak mau memilih dan mengatakan alasan memilih calon gubernur salah satunya karena agama. Saat disurvei, mereka cenderung diam.

"Tapi ketika di TPS, mereka kan tidak ada hambatan apa-apa untuk menyatakan pilihan dengan alasan agama tersebut. Dan itu terlihat di semacam sentimen yang ada dalam pikirannya tersebut," ungkap Saiful.

Dia pun menilai, salah satu faktor kemenangan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI 2017 adalah karena alasan kesamaan agama.

"Alasan agama jadi yang paling kuat kenapa orang memilih (Anies). Kalau dalam exit poll yang kita buat, kenapa memilih Anies? Mayoritas alasannya karena agamanya sama dengan agama saya," Saiful Mujani memungkasi.