Djarot: Kita Akan Tunjukkan Anak DKI Unggul

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 27 Jan 2017, 22:31 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Debat Cagub DKI Jakarta memasuki tahapan sesi tanya jawab antar pasangan calon. Dalam kesempatan itu, calon gubernur DKI Anies Baswedan menanyakan terkait dengan keadilan dalam memperoleh pendidikan bagi setiap warga Jakarta.

Dalam pemaparannya, Anies menyebut Jakarta merupakan tempat bagi warga untuk mendapatkan kesejahateraan, terutama masalah pendidikan. Namun begitu, kenyataanya Angka Partisipasi Murni (APM) terhadap anak-anak Jakarta mencapai 68%. Artinya hampir separuh anak SMA tidak bersekolah.

"Langkah apa yang akan dilakukan untuk memastikan pelayanan publik berkeadilan dan kesejahteraan itu benar-benar hadir di Jakarta," tanya Anies dalam Debat Cagub DKI 2017 putaran kedua di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2017) malam.

Menjawab pertanyaan itu, Calon Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menyatakan akan meningkatkan nilai APM tersebut. Caranya dengan memberikan subsidi pendidikan kepada siswa tak mampu.

"Beri subsiddi seluruh siswa SMU yang tak mampu dengan Kartu Jakarta Pintar (KJP), supaya bisa melanjutkan peningkatan APM itu," jawab Djarot.

Dengan begitu, Jakarta akan menjadi kota harapan bagi warganya. Dan bagi mereka yang putus sekolah dapat memanfaatkan program paket.

"Yang kerja dan tidak bisa bersekolah hingga tuntas, ada program paket. Mereka bisa belajar pada malam hari. Dengan begitu, diharapkan APM mendekati 90%," ujar Djarot.

Selain itu, lanjut Djarot, program bantuan KJP juga berlanjut jika siswa tersebut lolos ke perguruan tinggi negeri. Bantuan itu mencapai 18 juta per tahunnya.

"Kita tunjukkan anak DKI akan unggul. Sampai Pengadilan Tinggi Negeri dapatkan beasiswa, bukan hanya sampai SMU saja," ujar Djarot.

Menanggapi jawaban Djarot, Anies mempertanyakan sasaran program KJP yang dianggapnya belum menyentuh sasaran. Kabar itu didapatkan setelah ia blusukan ke sejumlah tempat.

Atas pernyataan ini, Ahok mengungkapkan bahwa saat ini perkembangan di DKI makin lama kian membaik. Belum meratanya bantuan KJP lantaran Jakarta menjadi tempat yang banyak didatangi orang.

"Bagi kami KJP itu betul membantu siswa. Ada enggak sekarang pakai tas butut, baju butut, enggak ada? Saat tahun ajaran baru, ada enggak orang tua ke pegadaian, enggak ada," ujar Ahok.

Bahkan saat ini, program KJP dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa. "Anak kampus bangga, pakai gesek. Ini tingkatkan kepercayaan diri mereka," ujar Ahok.

Debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta malam ini mengangkat tema reformasi birokrasi, pelayanan publik, serta pengelolaan tata kota. Debat dipandu dua moderator, yaitu Tina Talisa dan Eko Prasojo.

Sama seperti sebelumnya, Debat Cagub DKI 2017 putaran kedua ini juga disiarkan langsung seluruh stasiun televisi swasta nasional. Sementara, debat putaran ketiga atau yang terakhir akan digelar pada 10 Februari 2017.