Motor Retro, Mending Bangun Sendiri atau Beli Jadi?

Oleh Amal Abdurachman pada 16 Des 2017, 03:45 WIB
Modifikasi Mega Pro Cafe Racer Pilihan Lady Biker  (ist)

Liputan6.com, Jakarta Kehadiran Kawasaki W175, motor baru bergaya motor retro seakan-akan membawa angin segar bagi pecinta roda dua. Salah satu alasan kuat Kawasaki untuk meluncurkan motor ini adalah mewabahnya motor modifikasi bergaya retro di Indonesia.

"Produk ini lahir setelah ramainya pasar retro di Indonesia. Sekarang terlihat banyak pecinta roda dua yang meng-kustom motornya menjadi tampilan retro," ungkap Deputy Head Sales and Promotion Department KMI, Michael Chandra Tanadhi, 18 November 2017 lalu saat peluncuran.

Dengan banderol mulai Rp29,8 juta on the road Jakarta, apakah lebih baik dibanding motor modifikasi?

Berbicara dunia modifikasi memang tidak mengenal batasan. Anda bisa menumpahkan imajinasi yang berada di benak Anda kepada motor kesayangan. Proses untuk memodifikasi juga tidaklah mudah, karena Anda harus bisa membayangkan ingin seperti apa motornya, mulai dari konsep, spesifikasi, hingga detail-detail kecil yang menggambarkan diri Anda.

Setelah Anda mendapatkan konsep yang diinginkan, tahap selanjutnya adalah konsultasi dengan sang modifikator. Proses ini sangatlah penting, karena ini menjadi kesempatan Anda untuk mengungkapkan motor retro dari isi kepala Anda, sekaligus membicarakan dana yang dibutuhkan.

 

1 of 3

Biaya Modifikasi

Suzuki
Suzuki GSX-S150 Scrambler memiliki kemampuan hidup di dua alam. (Septian/Liputan6.com)

Tentu semakin tinggi spesifikasi yang diharapkan, maka biaya modifikasi akan semakin membengkak. Bukan hal yang mustahil jika dana yang dikeluarkan mencapai puluhan juta.

Biasanya, menurut salah satu modifikator, yaitu Robby dari Street Arts Custom, dana yang dibutuhkan untuk memodifikasi mulai dari Rp 27 jutaan belum termasuk motor bahan. Menurut Robby, jika ingin menggunakan basis Yamaha Scorpio lansiran 2011-2012, harus menyiapkan dana tambahan sekitar Rp 11-14 juta.

Tentu proses memodifikasi ini akan memakan waktu yang tidak sebentar. Ketelatenan Anda untuk memantau perkembangan dari waktu ke waktu, memastikan pengerjaan sesuai harapan. Proses ini juga menjadi momen berharga bagi Anda agar semakin akrab dan menjadi bagian dari cerita kehidupan roda dua Anda. Tentu proses ini menjadi bagian dari kepuasan yang tidak bisa didapatkan dari membeli motor baru.

 

2 of 3

Bagaimana dengan Membeli Motor Baru?

Kawasaki W175 (Arief A/Liputan6.com)
Kawasaki W175 (Arief A/Liputan6.com)

Memiliki motor baru tentu memiliki keuntungan tersendiri dibanding memodifikasi motor agar terlihat retro. Anda memiliki motor yang baru keluar dari pabrikan dengan garansi resmi. Tingkat kepresisian pengerjaan pabrik tentu akan lebih baik.

Pertimbangan lainnya adalah, jika sewaktu-waktu Anda ingin menjualnya, maka tinggal mengikuti harga pasaran yang berlaku. Berbeda dengan motor hasil modifikasi, biasanya motor tersebut akan diminati oleh sesama pecinta modifikasi juga.

Namun, memiliki motor dalam keadaan standar pasti kurang 'greget'. Dan pada akhirnya, Anda sedikit demi sedikit akan memodifikasi motor baru bergaya retro untuk menunjukkan jati diri Anda.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓