One Pedal Driving, Cuma Mengandalkan Satu Pedal Mobil Saja

Oleh Amal Abdurachman pada 14 Nov 2017, 19:17 WIB
Nissan Note e-Power

Liputan6.com, Jakarta Selama ini, jumlah pedal di dalam mobil biasanya ada dua untuk mobil otomatis, dan tiga pedal untuk mobil manual. Namun pada mobil listrik atau hybrid, ada teknologi yang bisa mengatur akselerasi menggunakan satu pedal saja. Cara berkendara seperti ini disebut dengan one pedal driving.

Seperti apa berkendara menggunakan satu pedal? Liputan6.com mencoba mobil yang disemati fitur ini, yaitu Nissan Note e-Power. Pengujiannya dilakukan di sirkuit tertutup, yaitu Bridgestone Proving Ground, Karawang.

Anton Khristanto, Manager R&D PT NMI (Nissan Motor Indonesia), menjelaskan, untuk menggunakan fitur ini diperlukan mode dan pemilihan transmisi yang tepat. "Dengan menggunakan mode berkendara S (Smart) dan Eco mode. Kecepatan mobil akan berkurang tanpa pengereman secara mekanikal (rem konvensional), sedangkan pemilihan tuas transmisinya ke D," ungkapnya.

Saat mencoba di sirkuit, mengoperasikan Nissan Note e-Power dengan satu pedal sangat memungkinkan. Dengan kecepatan di bawah 40 km/jam, dengan melepas pedal gas saja mobil bisa berhenti. Efek yang diberikan seperti engine brake, namun laju mobil berkurang secara signifikan.

Lain halnya saat mobil dipacu hingga 140 km/jam, deselerasinya tidak signifikan seperti skenario berkendara di dalam kota. Sehingga penggunaan rem konvensional masih dibutuhkan untuk mengatur kecepatan laju mobil.

Lantas apa keuntungan dari fitur one pedal driving pada Nissan Note e-Power. Jika terbiasa, fitur ini membuat berkendara terasa lebih praktis karena mengatur kecepatan mobil cukup menggunakan satu pedal. Keuntungan lainnya, fitur ini memanfaatkan karakteristik unik motor elektrik. Sehingga saat kecepatan berkurang, baterai akan terisi melalui proses regenerative braking.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

1 of 2

Nissan Note E-Power, Mobil Berteknologi Serial Hybrid

PT. Nissan Motor Indonesia mengajak rekan media untuk mencicipi mobil hybrid terbarunya, yaitu Nissan Note e-Power. Mobil ini belum dijual resmi di Indonesia, namun Liputan6.com diberi kesempatan untuk mengujinya di Bridgestone Proving Ground, Karawang.

Sebelum mengujinya, Anton Khristanto, Manager R&D PT NMI menjelaskan terlebih dahulu drivetrain yang diadopsi oleh Nissan Note e-Power. "Berbeda dengan sistem Electric Vehicle yang menggunakan baterai sepenuhnya. Sistem e-Power menggunakan mesin untuk mengisi baterai, sehingga tidak perlu habis ketika sedang berkendara," ungkapnya kepada media.

Motor elektrik yang digunakan memiliki tenaga 107 Tk dengan torsi 254 Nm. Sedangkan mesin yang digunakan berkapasitas 1,2 liter yang digunakan juga oleh March. Karena mengadopsi sistem serial hybrid, mesin mobil baru akan menyala saat baterai butuh diisi.

"Untuk pengisian standar, mesin akan menyala di putaran 2.500. Saat dibutuhkan pengisian cepat, putaran mesin akan meningkat ke 4.000," sambung Anton. Berdasarkan data Japanese JC08 cycle, konsumsi Note e-Power diklaim mencapai 37,2 km/liter untuk varian S, sedangkan varian x/medalist mencapai 34 km/liter.

 

Lanjutkan Membaca ↓
<\/div>