Yang Luput Ketika Belok Waktu Naik Motor

Oleh Rio Apinino pada 16 Mei 2017, 20:13 WIB
Kaca Spion Motor

Liputan6.com, Sidoarjo - Ada hal-hal yang sebetulnya sederhana tetapi kurang disadari pengendara motor. Jika dihiraukan, maka hal yang tidak diinginkan sangat mungkin terjadi. Misalnya apa yang perlu dilakukan ketika belok.

Biasanya ketika belok banyak pengendara motor yang hanya mengandalkan spion. Padahal itu saja tidak cukup. Harus juga diperhatikan hal-hal lain, misalnya menyalakan lampu sein. Ini berkaitan dengan respon pengendara lain.

"Lebih aman pakai lampu sein. Untuk memberi informasi ke belakang," ujar Johanes Lucky, Chief Instructor Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) di acara Honda Safety Riding Instructur Competition di Sidoarjo, Selasa (16/5/2017).

Masalahnya, ujar Lucky, dalam berkendara terkadang orang lupa bahwa pengendara lain juga bisa memberikan respon yang beragam. Saat sein dinyalakan misalnya, tidak semua yang lihat akan paham dan memberi ruang.

"Jadi juga harus menengok. Jadi pastikan kalau area yang mau kita lewati itu sudah bersih, aman," tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Lucky juga mengatakan bahwa memang ada kelemahan baik menengok atau memanfaatkan spion. Saat menengok misalnya, artinya sepersekian detik kita tidak tahu apa yang ada di depan.

Sementara itu, spion punya apa yang disebut dengan titik buta (blind spot). Ini adalah area yang tidak dapat dijangkau oleh bidang cermin.

"Tapi kalau saat kecepatan tinggi sebaiknya mengandalkan kaca spion. Ini supaya kita lebih cepat, liat ke depan-spion, depan-spion. Kalau mau nengok ke belakang itu maksimal kecepatan 20 km/jam," sambungnya.

Lucky juga menyarankan agar kaca spion sudah dalam posisi yang benar sebelum motor dikendarai. Jangan sampai pengaturan spion dilakukan saat mengendarai motor, sebagaimana yang kerap kita lihat di banyak tempat.