Berbagai Upaya Pemprov DKI Atasi Macet

Oleh Liputan6 pada 26 Nov 2011, 15:42 WIB
111126ua_transportasi.jpg
Liputan6.com, Jakarta: Jakarta punya jaringan jalan dan tol yang melayani seluruh kota. Namun, perkembangan jumlah kendaraan dengan jalan tak seimbang. Di 2011, lebih dari 12 juta kendaraan memadati jalan Ibu Kota. Sedangkan pertumbuhan panjang jalan hanya 0,01 persen. Kemacetan pun terjadi dimana-mana.

Penyebab lain kemacetan yakni kondisi transportasi publik belum cukup memadai. Mengantipasi semerawutnya Jakarta, sejumlah langkah diambil Pemerintah Provinsi DKI salah satunya program Transjakarta. Penumpang Transjakarta pada 2009 mencapai 83,2 juta. Tahun 2010, meningkat menjadi 86,9 juta.

Langkah lain mengurai kemacetan adalah pembangunan dua ruas jalan layang non tol Antasari-Blok M dan Kampung Melayu-Tanah Abang. Tindakan nyata Pemprov DKI dalam mengatasi kemacetan adalah pembangunan flyover Bandengan dan Tubagus Angke dalam rangka mendukung pengembangan jalur kereta api lingkar.

"Rencana Pemprov DKI menggunakan 3 in 1, menggunakan Electronic Road Pricing (ERP) atau yang lain-lain itu sebenarnya dalam rangka menggunakan infrastruktur tadi secara optimal," papar Deputi Gubernur Bidang Industri,Perdagangan, dan Transportasi DKI Jakarta, Sutanto Soehodo, Sabtu (26/11).

Pemprov juga memberlakukan pembatasan jam operasional truk di tol dalam kota saat jam-jam sibuk pagi dan petang. Upaya ini mampu mengurangi kemacetan hingga 40 persen. Juga masalah perparkiran. Pemprov menghapus parkir on street di Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk karena akan disediakan lahan parkir terpadu.

"Kota besar dengan penduduk 9,6 juta, public transport yang besar, yang mass tapi juga rapid, itu diperlukan. Sehingga kita bangunlah MRT seperti ini. MRT kita mendapat bantuan dari pemerintah Jepang dengan soft loan dan itu diturunkan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah," katanya.

Menurut Sutanto MRT dibangun pada 2012. "Mudah-mudahan pada 2016 kita sudah bisa memanfaatkannya," tambahnya. Tahap pertama, MRT Jakarta yang akan selesai dibangun pada 2016 adalah jalur Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia sepanjang 15,2 kilometer dengan prediksi waktu tempuh 30 menit.

Tahap kedua dari Bundaran HI ke Kampung Bandan dengan target beroperasi 2020 sepanjang 8,1 kilometer dengan waktu tempuh 22,5 menit. Tahap terakhir dari Balaraja hingga Cikarang yang rencananya terealisasi di 2027. Dalam sehari, diprediksi MRT dapat mengangkut sebanyak 500 ribu penumpang.

Misi Pemprov DKI untuk mengurangi kemacetan melalui berbagai pembangunan infrastruktur dan penyediaan transportasi publik ini diharapkan didukung seluruh warga Ibu Kota. Warga diharapkan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan memanfaatkan secara optimal sarana yang telah dan akan dibangun.(APY/JUM)