Temannya Tewas, Puluhan Pelajar Balas Dendam Merusak SMK di Bogor

Oleh Achmad Sudarno pada 12 Jan 2018, 03:24 WIB
Kondisi sekolah SMK Yapis di Bogor yang diserang pelajar dari sekolah lain. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Bogor - Sekelompok pelajar di Bogor, Jawa Barat merusak fasilitas gedung sekolah SMK Yapis di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (11/1/2018).

Akibat tindakan brutal dua kelompok pelajar dari SMK Karya Nugraha dan SMK PGRI 2 Kota Bogor ini menyebabkan papan pengumuman, jendela perpusatakaan, dan beberapa pot tanaman di area sekolah rusak.

Kepala Sekolah SMK Yapis Rohmah Komawati menuturkan, perusakan itu terjadi saat proses belajar mengajar sedang berlangsung. Puluhan berseragam putih abu-abu dan pakaian biasa tiba-tiba masuk ke halaman sekolah lalu merusak fasilitas sekolahnya.

"Ada yang melempari kaca dan genting serta mading pakai batu. Kemudian ada juga yang memukuli dan menendang pot bunga sampai pecah," ungkap Rohmah.

Saat kejadian, Rohmah langsung menghubungi Satgas Pelajar dan pihak Kepolisian setempat. Kemudian yang tiba di lokasi akhirnya berhasil menangkap para siswa tersebut.

"Mereka tertangkap tak jauh dari sekolahan kami," ujar Rohmah.

Kapolsek Tanah Sareal Kompol Muis Effendi mengatakan, penyerangan dan pengrusakan itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, disaat siswa SMK Yapis sedang melakukan kegiatan belajar mengajar.

"Mereka menyerang dan melakukan pengrusakan," kata Muis.

 

1 of 2

9 Siswa Ditangkap

Tawuran Bogor
Polres Bogor berpatroli sepanjang Jalan Raya Bogor dan sekitarnya pasca-tawuran antarpelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/1/2018). (dok. Polres Bogor).

Dari peristiwa tersebut, lanjut Muis, sembilan siswa ditangkap polisi. Selebihnya masih dalam pengejaran.

Diduga, penyerangan ini sebagai aksi balas dendam atas meninggalnya seorang pelajar SMK Karya Nugraha bernama Yudi Saputra (17), tewas dibacok saat tawuran di Pasar Citeureup, Kabupaten Bogor pada Senin 2 Januari 2018.

Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan pelaku, Fahdi Hilman (17) dan Muhamad Rezki (16), siswa kelas XII SMK PGRI 2 Bogor Utara, yang berhasil ditangkap saat melakukan aksi penyerangan siang tadi.

"Pengakuan mereka balas dendam karena temannya tewas. Jadi ini bentuk solidaritas mereka," terang Muis.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Hendradji PawanaHendradji Pawana

indikasi efektivitas pendidikan, kurikulum, agama, tidak mampu membuat manusia nusantara mempunyai kultur yang baik, red-nation, low sdm