KPK Tegaskan Fredrich Yunadi dan Dokter Setnov Rekayasa Data

Oleh Ika Defianti pada 11 Jan 2018, 22:04 WIB
Wansus Ketua KPK

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan hasil dari penyelidikan menyatakan pengacara Setya Novanto, Frederich Yunadi dan dokter Rumah Sakit Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo menyalahi aturan.

Padahal, kata dia, penasihat hukum dan seorang dokter tidak boleh melanggar kode etik yang ada.

"Enggak boleh melanggar aturan kode hukum yang berlaku. Kalau dari penyelidikan, ternyata memang merekayasa. Jadi kita proses hukum lebih lanjut," kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2017).

Atas penetapan itu, Frederich tengah mempertimbangkan upaya praperadilan usai ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan merintangi penyidikan Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pengacara Fredrich, Sapriyanto Erfa, masih mempertimbangkan peluang kemenangan melawan KPK di praperadilan.

"Nantilah kami masih pertimbangkan (praperadilan) itu. Kami masih lihat baik buruknyalah, manfaatnya, kerugiannya dan kansnya," kata Sapriyanto di Gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan.

1 of 2

Halangi Penyidikan

Kemendikbud Gandeng KPK untuk Cegah Korupsi
Ketua KPK Agus Rahardjo memberikan sambutan pada penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pendidikan di Jakarta, Kamis (3/8). Nota kesepahaman ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan korupsi. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, KPK menetapkan bekas pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi(FY) dan seorang dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo (BST), sebagai tersangka. Keduanya diduga menghalang-halangi penyidikan KPK dalam kasus megakorupsi e-KTP.

"Penyidik meningkatkan status FY dan BST dari penyelidikan ke penyidikan. FY ini seorang advokat dan BST seorang dokter," kata pimpinan KPK Basaria Panjaitan, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Januari 2018.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

ThohariThohari

Bakpao mau masuk penjara tambah benjol aja jidatnya

Deky ArilaksanaDeky Arilaksana

Demi uang , mereka rela "menutupi" kesalahan orang lain....miris

Alfian aminAlfian amin

wakwayyyy ....sel sel penjara mmanti yunadi