Pujian Ahok untuk Veronica dari Balik Bui

Oleh Anendya Niervana pada 08 Jan 2018, 17:34 WIB
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Veronica Tan

Liputan6.com, Jakarta- Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok menggugat cerai istrinya, Veronica Tan, ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Tidak hanya itu, Ahok juga mengajukan hak asuh anak dalam dokumen perceraiannya.

Langkah itu dibenarkan pihak pengacara yang ditunjuk Ahok. Gugatan pun sudah dilayangkan pada Jumat, 5 Januari 2018. Sontak saja, publik pun terkejut dengan keputusan Ahok tersebut.

Pasalnya Vero dianggap istri setia. Hal ini dibuktikan dari aktivitas Ahok selama menjadi gubernur maupun saat resmi mendekam di balik jeruji besi yang ditemani sang istri. Ahok mensyukuri kehadiran Vero yang menjadi teman hidupnya.

Cinta keduanya terlihat dalam selembar surat yang ditulis Ahok dari balik penjara di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Surat itu merupakan kado ulang tahun pernikahan dengan Vero, Ahok mengucapkan rasa terima kasihnya (7/9/2017).

Dia bahkan bahagia saat berada di dalam tahanan karena mempunyai banyak waktu untuk merenungi istrinya tersebut. Ahok menilai Vero adalah istri yang sangat pengasih dan pemaaf.

Mantan kader Gerindra itu juga kagum karena Vero telah berubah tidak seperti sosok yang dulu lagi. Kini, Vero menjadi istri yang lebih dewasa serta berprestasi. Ahok merasa tertolong dengan perubahan tersebut.

Bahkan, Ahok merasa beruntung karena masih mampu mempertahankan pernikahannya dengan Vero meski ia telah berseragam tahanan.

Berikut isi surat Ahok untuk Vero saat ulang tahun pernikahan mereka yang ke-20.

 

1 of 2

Lebih Dekat

20170908-Ahok-Jakarta-Surat Cinta
Surat cinta Ahok untuk Veronica sebagai hadiah ulang tahun ke-20 pernikahan mereka. (Istimewa)

"Untuk Vero istriku,

Sekarang aku harus berterima kasih akan keadaan saat ini kepada semua pihak yang menyebabkan aku menjadi narapidana dan ditahan langsung tanpa ada proses lebih lanjut.

Tak terbayang jika aku tak ditahan, aku akan terus bekerja seperti dulu sampai Oktober sampai masa jabatan itu artinya saya bangun jam 04.30 (kamu memberiku gelar robot) karena semua waktu dihitung tepat agar aku bisa tiba di Balai Kota pukul 07.30 karena sudah banyak warga menunggu, dan kerja nonstop sampai pulang ke rumah sudah pukul 21, Sabtu-Minggu selain ke kawinan juga selesaikan disposisi surat, dan kadang sampai tengah malam di malam Senin, agar hari Senin tak ada surat yang tertinggal, kamu memberiku gelar robot sudah benar.

Sekarang di hari pernikahan kita ke-20 saya bersyukur bisa ada waktu mengenalmu dan memperhatikan kamu. Dulu aku benar-benar "take it for granted" sampai-sampai anak juga yang kamu ajak jalan dan bicara.

Hadiah terbesar di ulang tahun pernikahan ke-20 adalah aku di dalam tahanan menyadari betapa beruntungnya pernikahan kita masih utuh dan engkau memaafkan semua kegilaanku bekerja melayani masyarakat dan meskipun masuk dalam tahanan dan tidak dipilih tapi aku mendapatkan istri yang mengasihi aku dan anak-anakku kembali. Kalau ada yang salah dalam hubungan suami istri, umumnya yang salah adalah suaminya.

Aku bersyukur di dalam tahanan punya banyak waktu untuk merenung betapa istriku bukan lagi seperti dulu, sekarang sudah dewasa mampu berprestasi dan menjadi perempuan yang penolong bagi saya. Sungguh benar apa yang dikatakan Amsal Salomo, istri yang berakal budi adalah anugerah Tuhan."

Lanjutkan Membaca ↓