Dikabarkan Tewas, Bahrun Naim Kontak Keluarga 2 Bulan Lalu

Oleh Fajar Abrori pada 06 Des 2017, 19:32 WIB
Keluarga Bahrun Naim

Liputan6.com, Solo - Buron teroris Bahrun Naim dikabarkan tewas di Suriah. Kabar itu masih ditelusuri Polri. Lelaki itu terakhir kali berkomunikasi dengan orangtuanya yang tinggal di Solo, Jawa Tengah, sekitar dua bulan lalu.

"Keluarga melihat validitas kabar itu. Perlu dilacak siapa yang menyebarkan pertama. Yang jelas sampai detik ini belum ada pemberitahuan apa pun," kata pengacara keluarga Bahrun Naim, Anis Prijo Ansharie, di Solo, Rabu (6/12/2017).

Keluarga di Solo sudah lama tidak komunikasi dengan Bahrun Naim. Terakhir kali saling memberi kabar pada dua bulan lalu. Obrolan waktu itu sebatas menanyakan kabar.

"Bahrun Naim (waktu itu) ya ngakunya di Suriah waktu itu. Tapi siapa yang bisa menjamin dia ada di Suriah," ujar Anis.

Setahun lalu keluarga melakukan jumpa pers. Itu dilakukan setelah Bahrun Naim dianggap sebagai dalang serangan teror di kawasan Thamrin, Jakarta. Di hadapan media, keluarga dalam hal ini diwakili adik Bahrun Naim mengaku tak tahu-menahu apa yang dilakukan Bahrun Naim.

"Sejak konferensi pers dahulu keluarga sudah menyatakan bahwa Bahrun Naim sudah dewasa. Itu pertanggungjawaban pribadi Bahrun Naim, bukan keluarga," jelas dia.

Keluarga enggan untuk mencari tahu keberadaan Bahrun Naim. Jika memang Bahrun Naim masih tercatat sebagai warga negara Indonesia (WNI), harusnya yang bergerak mencari kebenaran kabar itu adalah negara.

"Sejak dia pergi, sudah jarang komunikasi dengan keluarga. Keluarga juga tidak tahu apakah dia sudah pindah kewarganegaraan," kata Anis.

1 of 2

Tanggapan Kapolri

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencurigai informasi kematian buron teroris Bahrun Naim palsu. Ia menduga hal itu hanya akal-akalan kelompok teroris.

"Bisa ini dia benar-benar meninggal, bisa tidak. Ini trik dia supaya tidak dikejar," kata Tito usai acara HUT Korps Kepolisian Air dan Udara di Lapangan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa, 5 Desember 2017.

Menurut dia, informasi itu saat ini berkembang di media sosial. Tito mengatakan, Polri terus berkoordinasi dengan Interpol untuk memastikan kebenaran informasi tewasnya Bahrun Naim.

Sejauh ini, belum ada yang bisa mengonfirmasi validitas kabar tersebut.

"Kami belum bisa memastikan, kecuali bisa mendapatkan orang tertentu yang tahu dari mata kepalanya sendiri di jaringan itu, baru kita pastikan," ucap Tito.

Meski demikian, Tito menilai Bahrun Naim memiliki pengaruh besar dalam pergerakan kelompok teror di Indonesia. Misalnya, kata dia, Bahrun Naim menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas kasus penyerangan dan ledakan bom di Jalan MH Thamrin pada 2015.

"Dia memiliki konteks tokoh-tokohnya yang ada di Indonesia, jadi peran dia mirip dengan peran Hambali pada saat zaman Al Qaeda dengan JI (Jamaah Islamiyah)," ucap Tito.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓