Pengacara: Setya Novanto Tak Akan Hadir Pemeriksaan Besok

Oleh Fachrur Rozie pada 14 Nov 2017, 22:00 WIB
Setya Novanto Resmikan Pembangunan Atap Bangunan Gedung Golkar

Liputan6.com, Jakarta - Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, memastikan kliennya tak akan hadir dalam pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setnov sejatinya akan diperiksa sebagai tersangka korupsi proyek e-KTP, Rabu, 15 November 2017, besok.

“Kami sudah kirim surat, kita tidak akan hadir,” ujar Fredrich saat dikonfirmasi, Selasa (14/11/2017).

Menurut dia, pihaknya hari ini sudah mengirimkan surat ketidakhadiran Setnov untuk diperiksa besok. Alasan yang dikemukakan oleh Fredrich lantaran pihaknya tengah menunggu hasil uji materi UU KPK.

“Betul. Sama juga kan. Agus (Rahardjo) kan juga menyatakan melalui media bahwa KPK tidak akan hadir panggilan pansus, menunggu (putusan) MK. Kan sama. Kita dalam posisi yang sama,” kata Fredrich.

Diketahui, ‎terdapat dua pasal dalam UU KPK yang dipermasalahkan Fredrich. Dua Pasal tersebut, yakni Pasal 12 dan Pasal 46 Ayat (1) dan (2).

Dalam Pasal 12, KPK dapat memerintahkan instansi terkait untuk melakukan pencegahan ke luar negeri maupun pencekalan. Menurut Fredrich, pasal itu bertentangan dengan putusan MK tentang gugatan Pasal 16 Ayat (1) huruf b UU Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian.

Sementara dalam Pasal 46 yang berkaitan dengan penyidikan, menurut dia, telah bertentangan dan terkesan mengabaikan UUD 1945‎.

1 of 2

Istri Novanto pun Mangkir

Tak hanya Setnov, aksi mangkir juga dilakukan istri Setnov, Deisti Astiani Tagor. Dia tak hadir dalam pemeriksaan pada Jumat, 10 November 2017. Pemeriksaan Deisti pada hari tersebut tak ada dalam jadwal pemeriksaan yang diterbitkan oleh pihak lembaga antirasuah.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Deisti pada saat itu dijadwalkan diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus e-KTP. Febri mengatakan, Deisti sempat mengirimkan surat pemberitahuan tidak hadir karena sakit.

"Dilampirkan juga surat keterangan sakit dari Aditya Medical Centre yang pada pokoknya berisikan yang bersangkutan perlu istirahat karena sakit selama satu minggu, terhitung sejak 10 November 2017," ujar Febri saat dikonfirmasi, Selasa (14/11/2017).

Febri mengungkap, surat tersebut ditandatangani oleh dokter pemeriksa bernama Okky Khadarusman.

Sejatinya, pemeriksaan terhadap Deisti berkaitan dengan kapasitasnya sebagai mantan Komisaris PT Mondialindo Graha Perdana.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Suhendro EndroSuhendro Endro

Itulah indonesia di mana wakil rakyat menindas rakyat ... Koruptor lagi ... mari rakyat kita buktikan di thn 2018 & 2019 ini jgn salah pilih lagi ... sdh tahu kan black list nya ??

AgusdurAgusdur

Minda Muslim...Wahai Sang Penegak hukum di wilayah NKRI=Polri sbg Aparatur Negara tindak pidana umum & KPK sbg Aparatur tindak pidana khusus Korupsi... Inshaa'Allah Gunapakailah senjata yg ampug&tercanggih tuk hancurkan musuh dlm selimut@Begal koruptor&virus jaringannya dari Tumbah Darah Ibu Pertiwi Indonesia Raya...Inshaa'Allah. Mrk2 tsb tak perlu&tak pantas dikasihani&diberi waktu tuk insaf&sedar krn mrk akan bertambah angkuh&sombong dg tameng Hukum yg ada... Na'uzdubillah

Conan EdogawaConan Edogawa

jaman edan..

Lihat Lainnya