Buktikan Anak Polisi, Pembakar Mapolres Dharmasraya Dites DNA

Oleh Rezki Apriliya Iskandar pada 13 Nov 2017, 15:29 WIB
Kronologi Pembakaran Mapolres Dharmasraya di Minggu Pagi

Liputan6.com, Jakarta - Polisi akan melakukan tes deoxyribonucleic acid atau DNA terhadap jenazah pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat. Tes DNA dilakukan untuk memastikan pelaku adalah anak anggota Polri atau bukan.

"Itu pasti. Kita pasti (melakukan tes DNA). Tapi kan enggak tahu saudara kandungnya siapa, kan enggak ada identitas sama sekali di badannya. Kalau memang ada nanti kita beritahukan," ucap Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, Senin (13/11/2017).

Sebelumnya, salah satu pelaku pembakaran disebut sebagai anak perwira Polri. Setyo mengatakan, kalau itu memang benar maka dari hasil tes DNA nantinya akan menunjukkan hasil yang identik.

"Kalau itu pasti orangtuanya ya pasti identik ya," pungkas dia.

Polisi telah mengidentifikasi dua pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat, Minggu, 12 November 2017 dini hari. Keduanya adalah Eka Fitra (24) dan Enggria Sudarmadi (25).

Salah satu pelaku disebut-sebut sebagai anak perwira Polri. Wakapolri Komjen Syafruddin membenarkan informasi tersebut. Namun, dia tidak menyebutkan pelaku yang mana yang merupakan anak perwira Polri.

"Iya betul, tapi yang bersangkutan sudah lama meninggalkan rumahnya dan sudah tidak ada hubungan dengan orangtuanya," ujar Syafruddin di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/11/2017).

Saat ini, ucap Syafruddin, keluarga pelaku tengah diperiksa penyidik Polri. Polisi juga menginvestigasi orangtua pelaku.

Hingga saat ini, polisi belum bisa menyimpulkan kedua pelaku berafiliasi dengan jaringan kelompok teroris mana. Polisi masih melakukan pendalaman.

Syafruddin belum mau buru-buru menyimpulkan. Kaitan serangan Mapolres Dharmasraya pada terorisme pun masih ditelisik.

 

 

1 of 2

Kebakaran

Markas Polres Dharmasraya di Sumatera Barat terbakar hebat. Adanya api mulai diketahui sekitar pukul 02.45 WIB. Seluruh bangunan utama Polres Dharmasraya pun hangus terbakar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com, kebakaran diduga berasal dari ruangan belakang antara Ruang Siwas dan Ruang Sitipol Polres Dharmasraya.

Petugas piket di Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Dharmasraya yang melihat gumpalan asap tebal, mencoba untuk memadamkan api dengan peralatan yang ada sambil berteriak mencari pertolongan. Sekitar 15 menit kemudian, dua mobil pemadam kebakaran tiba di markas.

Saat sibuk memadamkan kebakaran, salah seorang petugas pemadam kebakaran melihat dua orang berbaju hitam memegang busur panah berada di sekitar markas Polres Dharmasraya. Ia memberitahukan informasi tersebut kepada polisi yang ada.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓