Jaksa Tuntut Buni Yani Dihukum 2 Tahun Penjara

Oleh Arie Nugraha pada 03 Okt 2017, 15:02 WIB
Buni Yani menjalani sidang tuntutan

Liputan6.com, Bandung - Buni Yani, terdakwa dugaan pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dituntut hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dia diduga mengunggah serta menyunting keterangan video mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Alasan JPU melayangkan tuntutan itu adalah Buni Yani terbukti melakukan tindakan pidana dengan melanggar Pasal 32 ayat 1 juncto 48 ayat 1 Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian menyatakan, pihaknya akan mengajukan pembelaan atas tuntutan yang dianggap tidak adil tersebut.

"Tuntutan jaksa hari ini lebih kepada asumsi dia karena mengabaikan fakta - fakta di persidangan, jadi jaksa dalam hal ini mengabaikan fakta-fakta di persidangan. Yang kedua jaksa logikanya terbalik, karena apa? Akhirnya yang dipakai tuntutan itu Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1," kata Aldwin di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Bandung, Selasa (3/10/2017).

Aldwin menjelaskan, pada pasal yang dijadikan tuntutan disebutkan Buni Yani memotong video Ahok, padahal selama persidangan, JPU meminta pembuktian adanya tindakan tersebut kepada kliennya.

Aldwin mengatakan, tuntutan yang tidak mendasar yang dilayangkan jaksa itu terus dibiarkan maka darurat penegakan hukum layak disematkan di Indonesia. "Ini kan tuntutannya mengada-ada," ujar dia.

 

 

1 of 2

Respons Buni Yani

Sementara itu, Buni Yani mengatakan jika JPU melayangkan tuduhan terhadapnya maka beban pembuktian berada di pihak penuduh bukan terhadapnya. Jaksa menurutnya melakukan tindakan keliru karena dia harus membuktikan sendiri pemotongan video tersebut.

"Kan stupid gitu loh, bagaimana ceritanya ?" kata Buni Yani.

Salah satu tuntutan JPU yang memberatkan dalam persidangan adalah tidak sopan, dapat mempercah umat beragama, tidak menyesali perbuatannya, serta sebagai tenaga pendidik tak memberikan contoh baik kepada masyarakat.

Sidang lanjutan Buni Yani akan dilakukan dua pekan mendatang yaitu pada 17 Oktober 2017. 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓
joe madillajoe madilla

Ahok yg bener disalahkan yg gila malah di bela!!

joe madillajoe madilla

Banyak sekali org berotak udang yg membela bedebah ini?? Bingung saya kapan cerdas bangsa ini ?? Org yg gga salah dipenjara

Yusep SaefulYusep Saeful

pa buni, anda seorang muslim yg berani mengungkap kebenaran demi membela xxxxx, saya yakin di akherat nanti anda akan mendapatkan tempat terindah

Lihat Lainnya