President University Cetak Rekor Lulusan Terbaik

Oleh Gilar Ramdhani pada 07 Agu 2017, 13:46 WIB
President University Cetak Rekor Lulusan Terbaik

Liputan6.com, Jakarta  

Kemenangan demi kemenangan yang diraih oleh mahasiswa President University di berbagai ajang kompetisi, dan juga kesuksesan karir maupun bisnis yang dicapai para alumninya, adalah hasil dari sebuah sistem pendidikan yang terukur.

Sejak awal proses pendaftaran mahasiswa baru sudah menerapkan seleksi yang ketat, yaitu placement test seluruhnya diujikan dalam bahasa Inggris, meliputi mata pelajaran Bahasa Inggris, TPA (Test Potensi Akademik) dan Matematika (khusus Fakultas Teknik).

Sebagai salah satu universitas yang ingin mencetak para pemimpin, President University memberikan kesempatan luas kepada putra-putri terbaik dari berbagai daerah di Indonesia untuk masuk melalui jalur prestasi. Dr. Agus H. Canny, M.A., M.Sc. selaku Wakil Rektor, bidang Kemahasiswaan & Alumni, mengatakan setiap tahun universitas menyediakan beasiswa senilai Rp. 65 Milyar kepada 1.400 lulusan SMA/SMK.

Dr. Agus H. Canny, M.A., M.Sc. Wakil Rektor, bidang Kemahasiswaan & Alumni President University.

"Pada tahun ini, penerima beasiswa berasal dari Top-10 disekolah asal SMA nya, jika diprosentasikan dari sisi gender untuk perempuan sebanyak 42% dan laki-laki sebesar 58%. Sementara dari asal sekolahnya, sebanyak 51% dari sekolah negeri, 23% dari sekolah internasional dan 26% dari sekolah swasta," ujar Agus H. Canny dalam keterangan rilisnya. Untuk tahun akademis 2017/2018, tahapan penerimaan mahasiswa baru diselenggarakan Pada tanggal 5 dan 6 Agustus 2017.

Dr.Eng. Lydia Anggraini, S.T., M.Eng, selaku ketua panitia pendaftaran ulang mahasiswa baru menyampaikan seluruh calon mahasiswa yang sudah melakukan registrasi, baik dari penerima beasiswa maupun yang mendapat ranking sesuai dengan nilai placement test sudah masuk dan tinggal di Asrama Mahasiswa, biasa disebut President University Student House [PUSH].

"Kemudian seluruh mahasiswa baru akan mengikuti Pre-University Bridging Program 2017 yang diselenggarakan selama tiga minggu kedepan, dimulai dengan Psikotest, TOEIC Test [Test of English for International Communication] , English preparation dan Reflection Core Values," ujarnya.

Lydia Anggraini juga menjelaskan selama proses ini, seluruh mahasiswa baru akan ditempa belajar “Full Bahasa Inggris” dengan baik dan benar agar seluruh mahasiswa baru saatnya mulai perkuliahan dapat mengikutinya dengan sangat lancar.

Kemudian terdapat kegiatan meet and greet dengan seluruh dosen di Program Studi dan Fakultas, serta penyampaianinformasi mengenai tata-tertib di kampus yang terkait perpustakaan, keuangan, akademik, hingga student housing. Kegiatan selanjutnya adalah Peak Awareness Training, Welcoming Ceremony dan ditutup dengan Performance Day.

“Dalam Performance Day ini akan diperlihatkan hasil dari Pre University Bridging Program terutama mengenai core values yang isinya 9 nilai President yaitu, Passion, Responsibility, Excellent, Sincerity, Inclusiveness, Dedication, Entrepreneurial Spirit, Nationalism and Trendsetter,” ujar dosen yang pernah mengembangkan mobil listrik ini.

1 of 2

Terbukti Hasilkan Lulusan Terbaik

Proses rekrutmen mahasiswa yang didasarkan pada prestasi tidaklah cukup untuk menghasilkan lulusan-lulusan terbaik. President University yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar perkuliahan ini juga memiliki metode pembelajaran yang didasarkan pada pendidikan karakter.

Disamping itu, dosen President University yang memiliki ratio 1: 10 dengan mahasiswa ini, selalu menciptakan suasana kompetisi dalam ruang kelas. Jadi tidak perlu heran jika dari data statistik yang ada menunjukkan 82% mahasiswa penerima beasiswa memiliki Grade Point Average (GPA) minimal 3,5 atau cum laude.

“Pada tahun ini sebanyak 96% lulus dalam waktu rata-rata 3,5 tahun. Dan dalam 3 tahun terakhir ini khusus Jurusan Hukum rata-rata 4 dari 10 mahasiswa yang lulus dengan predikat cum laude," ujar Agus H. Canny.

Lebih hebatnya lagi, untuk lulusan tahun 2016, sebanyak 93% sudah diterima kerja sebelum mereka diwisuda, dimana sebanyak 74% yang mendapat tawaran kerja dari 2 hingga 3 perusahaan baik nasional maupun multinasional.

"Yang diterima kerja ini minimum mendapat gaji awal rata-rata antara 8,5 – 10 juta rupiah,” tambah Agus H. Canny.

 

Powered By:

Jababeka

Lanjutkan Membaca ↓