WNI di Swiss Gelar Aksi Solidaritas Peduli NKRI

Oleh Liputan6.com pada 17 Mei 2017, 07:35 WIB
Aksi nyelakan lilin di Jenewa Swiss

Liputan6.com, Jakarta - Komunitas warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Jenewa, Swiss dan sekitarnya melangsungkan aksi penyalaan lilin dan doa bersama di depan Kantor Pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jenewa.

Aksi tersebut dilakukan sebagai dukungan moril bagi pemerintahan Presiden Jokowi dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
"Meskipun kami berdomisili di luar negeri, kami sangat concern dengan situasi terkini yang tengah berlangsung di Jakarta dan Indonesia. Kami mendukung pemerintahan Presiden Jokowi dalam menjaga keutuhan NKRI," ujar salah seorang peserta aksi, Widiasih, di Jenewa, Swiss, dalam keterangan pers yang diterima Liputan6.com Rabu, (17/5/2017).

Aksi damai tersebut diisi dengan menyanyikan lagu-lagu nasional di antaranya 'Satu Nusa Satu Bangsa' dan 'Berkibarlah Benderaku'.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi, doa lintas agama, dan ditutup dengan menyanyikan lagu kebangsaan 'Indonesia Raya'. Sebagian besar para peserta mengenakan pakaian bernuansa merah-putih dan membawa atribut bendera merah-putih, dan poster bertuliskan 'Save NKRI'.  
 
Menurut Widiasih, aksi tersebut diikuti sekitar 200 masyarakat Indonesia dari berbagai elemen dan agama yang tinggal di Jenewa dan kota-kota Swiss lainnya, di antaranya Bern, Zurich, Neuchatel, Laussane, Montreux, Vevey, Valais dan beberapa kota di Prancis yang berdekatan dengan perbatasan Swiss dan Perancis.

"Aksi serupa juga akan menyusul di kota-kota besar di Swiss lainnya," kata dia.

Ia menuturkan, masyarakat Indonesia di Swiss menilai suasana Pilkada DKI Jakarta yang baru saja berlalu telah menimbulkan keresahan lewat ungkapan bernada SARA yang saling menyerang dan menyakiti satu sama lain.

Peserta aksi mengharapkan seluruh elemen masyarakat Indonesia dapat menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, mengakui hak setiap warga negara tanpa diskriminasi, dan menghormati perbedaan agama serta kesukuan dalam semangat persatuan.

Selain itu, dengan terciptanya perdamaian yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, diharapkan pembangunan di segala aspek kehidupan dapat dijalankan sehingga masyarakat Indonesia dapat menjadi semakin maju dan makmur.

Solidaritas untuk Ahok

Widiasih melanjutkan, dalam aksi ini komunitas WNI yang bermukim di Jenewa dan sekitarnya juga menyatakan solidaritas dan dukungan moril bagi Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Mereka mendorong pemerintah untuk menjamin dipenuhinya hak-hak hukum yang bersangkutan sebagai WNI. Para WNI juga mengimbau pemerintah menghapuskan pasal penistaan agama yang justru sering memicu tindak ketidakadilan dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip HAM
 
"Kami memohon Ahok mendapatkan fair trial pada saat mengajukan banding. Kami berharap Pengadilan Tinggi mampu mengambil keputusan secara objektif, tanpa tekanan dari pihak mana pun, sehingga Ahok bisa dibebaskan," kata Widiasih.