Bagi-Bagi Sepeda, Iriana dan Mufidah 'Tantang' Para Siswa

Oleh Ahmad Romadoni pada 25 Apr 2017, 19:12 WIB
Iriana Jokowi

Liputan6.com, Banjarbaru - Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri sosialisasi bahaya narkoba, pornografi, dan kekerasan pada anak di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Seperti biasa, momen ini menjadi ajang membagikan sepeda gratis kepada siswa.

Iriana menantang para siswa yang pandai berbahasa Banjar untuk maju ke depan. Para pelajar yang memenuhi Gedung KH Idham Khalid itu pun riuh.

Akhirnya terpilihlah dua siswa. Mereka yakni Hernia Oktavia dari SMAN 2 Banjarbaru dan Muhammad Febri dari SMAN 1 Martapura.

"Tadi sudah dikasih sosialisasi. Coba terangkan ke teman-teman semua tentang sosialisasi tadi. Ini (Febri) pakai bahasa Banjar, ini (Hernia) menerjemahkan ke bahasa Indonesia karena saya enggak ngerti bahasa Banjar," kata Iriana, Selasa (25/4/2017).

Febri menerangkan apa saja yang didapat selama mengikuti pengarahan tentang bahaya narkoba menggunakan bahasa Banjar. Sedangkan, Hernia menerjemahkan ke bahasa Indonesia.

"Benar ini? Ya ambil sepedanya satu satu," Iriana menegaskan.

Melihat dua temannya mendapat sepeda, para siswa lain lebih bersemangat. Mereka tak ragu lagi berdiri sambil mengangkat tangan, dan berteriak agar dipanggil Iriana ke depan.

Akhirnya, dua siswa lain terpilih, yaitu Romeo dari SMAN 1 Banjarbaru dan Nur Maulida dari SMAN 3 Banjarbaru. Kali ini yang menyampaikan pertanyaan adalah istri Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla.

"Bagaimana cara melindungi diri dari bahaya narkoba?" tanya Mufidah.

Romeo dan Maulida langsung menjawab. Untuk dapat terhindar dari narkoba harus mengerjakan kegiatan positif dan memperkuat iman, agar tidak tergoda dengan ajakan memakai narkoba.

"Ya silakan ambil sepedanya," ucap Mufidah.

Persaingan semakin ketat ketika jumlah sepeda yang tersedia tinggal satu unit. Para siswa berebut ke depan. Paspampres terpaksa turun tangan meminta siswa kembali ke kursi.

Istri Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Nora Trityana, mengambil alih. Dia memilih lima siswa untuk naik ke atas podium. Pemain musik diminta kembali ke posisi untuk memainkan sejumlah lagu.

Para siswa yang sudah naik ke podium diminta berjoget mengikuti iringan musik. Disiapkan pula seorang penari sebagai pemandu gerak.

"Ayo harus bagus ini langsung dinilai sama Ibu Jokowi loh," kata Nora.

Setelah menari sekitar lima menit, akhirnya Iriana memilih siswa yang mengenakan pakaian adat berwarna merah. Siswi ini langsung diminta mengambil sepeda sebagai hadiahnya.

"Yang merah, ya," ucap Iriana.