Plt Gubernur DKI Beri Penghargaan ke Aiptu Sunaryanto

Oleh Rezki Apriliya Iskandar pada 13 Apr 2017, 15:00 WIB
Plt Gubernur DKI Jakarta beri Penghargaan polisi penyelamat sandera di angkot

Liputan6.com, Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono, memberikan penghargaan dan hadiah uang senilai 10 juta rupiah kepada Aiptu Sunaryanto, polisi lalu lintas yang menyelamatkan ibu dan anak korban penyanderaan di dalam angkot di kawasan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, 9 April 2017.

Sumarsono mengatakan penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemprov DKI atas keberanian Sunaryanto menyelamatkan ibu dan anak yang saat itu dalam penyanderaan seorang pejambret.

"Pak Sunaryanto tidak sedang bertugas. Tapi karena keterpanggilan sebagai seorang aparat, di mana pun ada kejadian itu harus, walau tidak sedang bertugas," ujar Sumarsono usai acara apel Deklarasi Pembentukan Forum Relawan Siaga Bencana Provinsi DKI Jakarta di halaman Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (13/4/2017).

"Mudah-mudahan bisa memberikan semangat. Bentuknya adalah piagam penghargaan dan sekaligus uang secukupnya sebagai sekedar untuk apresiasi. Enggak banyak, 10 juta saja," ujar Sumarsono.

Sumarsono menilai apresiasi semacam itu perlu diberikan kepada profesi lainnya sesuai prestasi masing-masing.

"Aparat lain juga ada petugas lain, termasuk TNI, relawan bahkan wartawan juga patut diapresiasi karena itu sebuah penghargaan diberikan atas menyelamatkan manusia. Seluruh profesi perlu diberi apresiasi dalam tugasnya masing-masing," ucapnya.

Sementara itu, Aiptu Sunaryanto mengaku merasa senang atas penghargaan dan apresiasi tersebut. Ia menganggap penghargaan yang diberikan kepadanya sebagai bentuk semangat dalam bekerja.

"Saya mengucapkan terima kasih atas perhatiannya Bapak Plt Gubernur. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi saya. Biar tambah semangat," ucap Anggota Satwil Lantas Jakarta Timur tersebut.

1 of 2

Aksi Heroik Aiptu Sunaryanto

Seorang saksi mata, Edi, menuturkan keberanian Aiptu Sunaryanto menyelamatkan ibu dan balita dari penguasaaan penjambret. 

Saat itu, seorang penodong mendadak masuk ke dalam angkot. Pelaku yang diperkirakan berusia 27 tahun itu lalu menyandera ibu dan anaknya yang menumpang di angkot tersebut.

"Dia lari dari arah Klender, tapi sampai di depan Bioskop Buaran dia langsung masuk ke dalam angkot," ujar Edi, Jakarta, Minggu, 9 April 2017.

Penodong itu langsung menempelkan pisau ke leher si ibu hingga mengeluarkan darah. Sempat terjadi negosiasi antara polisi lalu lintas yang melintas dengan pelaku, tapi gagal.

Begundal jalanan itu akhirnya ditembak oleh anggota polisi berpakaian sipil, yang belakangan diketahui adalah Aiptu Sunaryanto. Peluru yang tiba-tiba datang itu bersarang di tangan pelaku. "Waktu lagi mau nancepin pisau, ada polisi yang tidak pakai seragam langsung nembak pelaku," ujar Edi.

Penjambret itu langsung tersungkur. Sementara polisi berpakaian bebas itu langsung mengevakuasi korbannya. Karena terluka di leher akibat sayatan pisau, sang ibu langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Lanjutkan Membaca ↓