Usai F-16 Tergelincir, Lanud Pekanbaru Tak Latihan Tempur Malam

Oleh M Syukur pada 18 Mar 2017, 15:52 WIB
M Syukur/Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta Pasca-insiden pesawat F-16 tergelincir di landasan pacu, Selasa 14 Maret 2017, belum ada kabar dari Mabes TNI kapan pastinya burung besi tempur lainnya mengudara di Pekanbaru. Sebab, pemeriksaan sejumlah pesawat yang ada termasuk kondisi psikisnya masih dilakukan.

Hanya saja, Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Marsekal Pertama Henri Alfiandi berharap aktivitas secepatnya kembali normal. Apalagi pada 9 April nanti, TNI AU akan merayakan hari ulang tahunnya.

"Kita berharap pada 9 April ada pesawat di sini yang tampil," kata dia di Lanud Roesmin Nurjadi Pekanbaru, Jumat 17 Maret 2017.

Menjelang tanggal itu, Henri menyebut pihaknya mulai Kamis, 16 Maret 2017 dan beberapa hari berikutnya mengecek kesiapan pesawat F-16 dan Hawk yang ada di Skadron 16.

Di samping itu sejak salah satu F-16 tergelincir, Henri menyebut tidak ada lagi aktivitas latihan tempur malam. Dia menilai latihan ini tidak efektif lagi karena hanya 1 skadron yang terbang.

"Sekitar 2 sampai 3 bulan lagi baru dilakukan lagi (latihan tempur malam)," tegas Henri.

Meski saat ini kekuatan tempur Indonesia berkurang satu dengan tergelincirnya F-16, Henri menyatakan TNI AU menyatakan Tanah Air masih bisa diamankan. Tergelincirnya pesawat ini bukan kendala berarti terhadap keamanan Indonesia.

"Pesawat-pesawat hibah (dari Amerika) sudah tiba semua di Indonesia. Sudah sangat tertutupi," ucap penerbang Pesawat Hawk Black Panther ini.

Dia menambahkan, meski tergelincir, pesawat F-16 masih layak terbang. Hanya saja butuh perbaikan 2-3 bulan dengan kerusakan sekitar 20 persen. Usai perbaikan, pesawat buatan Amerika itu bakal tampil garang karena bakal ditingkatkan segala sistemnya.

"Nantinya jadi Falcon, di-upgrade sistemnya, mulai dari radar dan sistem persenjataan. Mesin pesawat F-16 masih oke, meski sempat tergelincir, tidak ada masalah," jelas Henri.