Akun Instagram Istri Ahok Tiba-Tiba Hilang, Mengapa?

Oleh Nila Chrisna Yulika pada 17 Mar 2017, 11:25 WIB
Veronica Tan

Liputan6.com, Jakarta - Instagram Veronica Tan, istri calon gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tiba-tiba hilang. Padahal, akun tersebut baru saja diluncurkan pada Rabu, 15 Maret 2016 pada pukul 23.00 WIB dan sudah memiliki 20 ribu pengikut.

Akun Instagram @veronicabtp itu tiba-tiba hilang pada Kamis, 16 Maret 2017 sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut salah satu tim sukses Ahok-Djarot, Iwet Ramadhan, ada kemungkinan akun Instagram Veronica Tan dibajak.

"Sepertinya ada yang bajak, jam 11 malam Instagram ibu tiba-tiba hilang," ujar Iwet kepada Liputan6.com di Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Atas peristiwa itu, kata Iwet, pihaknya sudah melaporkannya ke Instagram regional agar ditelusuri lebih lanjut. Meski begitu, Iwet pun tidak dapat memastikan apakah akun Instagram Veronica dibajak.

Sebab, kata dia, ada dua kemungkinan jika akun Instagram tiba-tiba hilang, yaitu karena dibajak atau ada orang yang mengaku sebagai Veronica Tan dan melaporkan bahwa akun @veronicabtp adalah palsu.

 

Veronica Tan/instagram.com

"Kami kaget sekali. Ini media komunikasi beliau dengan warga, tapi kok banyak yang berusaha membajak. Walaupun belum tahu pasti apakah dibajak atau tidak," ucap Iwet.

Menurut Iwet, akun Instagram @veronicabtp ini tengah didaftarkan ke Instagram untuk diverifikasi. Namun, belum selesai diproses, akun itu sudah keburu hilang.

Iwet mengatakan, banyak akun Instagram yang mengatasnamakan Veronica Tan. Sehingga, ia menegaskan Veronica Tan hanya memiliki satu akun Instagram dengan alamat @veronicabtp.

Iwet menceritakan, awalnya Veronica tak terlalu suka dengan media sosial. Namun, Veronica menyadari dia membutuhkan wadah untuk mensosialisasikan hasil kinerjanya selama menjadi istri Gubernur DKI Jakarta.

"Ibu tidak terlalu senang banyak bicara kalau belum ada hasilnya. Lalu dia melihat empat tahun jadi Ibu Gubernur sudah banyak program yang jalan seperti RPTRA, program Ibu-Ibu PKK dan lainnya. Lalu dia berpikir kita manfaatkan social media untuk mengkomunikasikan," ucap Iwet.

Tag Terkait