Pertama di Bogor, Pilkades Gunakan Sistem E-Voting

Oleh Achmad Sudarno pada 13 Mar 2017, 06:26 WIB
20150729-Teknologi-E-voting-Jakarta2

Liputan6.com, Jakarta Desa Babakan di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor membuat sejarah baru. Sebab, desa ini menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) dengan menggunakan sistem e-voting dan e-verifikasi atau sistem komputer.

Warga terlihat antusias mengikuti pilkades dengan sistem e-voting ini. Sejak Minggu pagi, warga mengantre memenuhi tempat pemungutan suara (TPS). Silih berganti para pemilih mendatangi TPS yang telah disediakan panitia.

Meskipun baru pertama kali, masyarakat mengaku tidak kesulitan memberikan hak pilihnya dengan menggunakan sistem elektronik atau komputer. Apalagi sebelum pemungutan suara dengan menggunakan e-voting, petugas melakukan verifikasi elektronik e-KTP.

Camat Ciseeng Eddy Muslihat mengatakan, sebelum pelaksanaan e-voting pilkades, panitia maupun aparatur desa sudah melakukan sosialisasi sejak jauh hari kepada para pemilih.

Ini dilakukan agar warga yang sudah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) pilkades tidak mengalami kesulitan saat memberikan hak suaranya.

"Jadi, saat pelaksanaan tidak ada kendala. Awalnya warga sempat bingung dengan sistem ini. Tapi akhirnya mereka paham setelah rutin disosialisasikan," terang Eddy di Desa Babakan, Minggu (12/3/2017).

Pelaksanaan pilkades menggunakan sistem e-voting, lanjut Eddy, lebih cepat, transparan, dan meminimalkan kecurangan serta lebih akuntabel.

Jadi Desa Percontohan

Sementara itu, Kepala Program E-Pemilu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Andrari Grahitandaru menjelaskan, Desa Babakan menjadi percontohan pemilihan kepala desa dengan sistem e-voting di Kabupaten Bogor.

"Untuk di Kabupaten Bogor ini yang pertama," tutur Andrari, disela peninjauan pilkades e-voting di Desa Babakan.

Namun untuk di wilayah lain, lanjut Andrari, BPPT sudah menerapkan sistem e-voting di 526 pilkades di 9 kabupaten di Indonesia. Hasil dari pilkades menggunakan sistem e-voting ini hasilnya lebih akurat.

"Masyarakat pun percaya. Waktu itu sempat ada yang menang hanya selisih 1 suara. Nggak ada ribut, mereka langsung damai," ujar dia.

Sebanyak 36 desa dari 26 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor melaksanakan pemilihan kepala desa gelombang pertama secara serentak.

Dari 39 desa, hanya satu desa yakni di Desa Babakan yang melakukan pilkades menggunakan sistem e-voting. Desa-desa lainnya masih menggunakan sistem manual.