Basarnas Beri Penghargaan untuk Tim SAR Gabungan Evakuasi AirAsia

Oleh Oscar Ferri pada 02 Mar 2015, 14:01 WIB

Liputan6.com, Jakarta Tim SAR Gabungan berhasil menemukan bangkai badan Pesawat AirAsia QZ8501. Badan pesawat tersebut kini sudah diserahkan oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Terkait itu, B‎asarnas memberi penghargaan kepada semua unsur Tim SAR Gabungan dalam proses pencarian dan evakuasi badan pesawat tersebut.

Pantauan Liputan6.com, Senin (2/3/2015), penghargaan diberikan oleh Kepala Basarnas kepada perwakilan masing-masing unsur. ‎Yakni dari SKK Migas, Project Manager Penyelaman Basarnas, Geo Survey Hengky Suharto, Kapal Crest Onyx, tim penyelam Divers Club, KN SAR Pacitan, dan penyelam Basarnas Special Group.

Bangkai badan Pesawat AirAsia QZ8501 dibawa Tim SAR ‎Gabungan dari lokasi pencarian ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat 26 Februari 2015. Badan pesawat seberat kurang lebih 10 ton tersebut dibawa menggunakan Kapal Crest Onyx.

Saat tiba di Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Tanjung Priok, Senin 2 Maret 2015 pagi, badan pesawat yang sudah tidak utuh lagi itu ‎langsung diserahkan Basarnas ke KNKT. Badan pesawat itu diperlukan KNKT untuk menginvestigasi penyebab jatuhnya pesawat bertipe Airbus A320-200 yang membawa 155 penumpang dan 7 kru tersebut.

Sebelumnya, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo mengatakan, operasi pencarian dan pertolongan musibah jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 memasuki hari terakhir. Pada pengujung operasi ini, Basarnas akhirnya menemukan dan mengevakuasi badan pesawat Airbus A320-200 itu.

"Jadi gong terakhirnya badan pesawat sudah berhasil kita lakukan evakuasi," ujar Bambang usai peringatan HUT Basarnas ke-43 di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu 28 Februari 2015.

Dia menjelaskan, proses pengangkatan badan pesawat dari dasar laut dilakukan sejak 3 hari lalu. Kini badan pesawat tersebut berada di Kapal Crest Onyx. ‎"Sebagian tim sejak 3 hari yang lalu melakukan upaya pengangkatan badan pesawat," kata Bambang.

Menurut dia, di area operasi pencarian, yakni di sekitar perairan Selat Karimata dekat Laut Jawa bagian utara, Tim SAR sudah tidak menemukan bagian ataupun jenazah penumpang AirAsia. ‎Meski upaya penemuan jenazah tetap dilakukan selama 2 pekan terakhir. (Tya/Yus)