3 Pengalaman Menegangkan Ojek Online yang Antar Dokter Pembunuh

Oleh Jennar Kiansantang pada 14 Nov 2017, 07:00 WIB
Takdir mempertemukan seorang tukang ojek online dengan kasus pembunuhan. Ia menjadi saksi proses persiapan hingga penyerahan diri.
Musthofa Ali MizaniMusthofa Ali Mizani

Perlu pimpinan yang diktator baik.

Tubagus SutisnawinataTubagus Sutisnawinata

Ya, hukum itu seperti permen karet. Lentur dan kenyal hingga bisa dikunyah-kunyah. Manis, enak untuk dinikmati. Makanya jangan heran banyak orang yang suka pada permen karet ( baca : banyak orang suka jadi aparat hukum ).

Tubagus SutisnawinataTubagus Sutisnawinata

Sudah saatnya hukuman mati dijatuhkan kepada pelaku pembunuhan yang direncanakan, seperti dokter Helmy ini. Kalau proses hukum kepada para pelaku seperti ini masih ada " main-main " , maka dapat dilihat pada hukuman yang dijatuhkan. Aturan hukum kita seperti permen karet.

Tubagus SutisnawinataTubagus Sutisnawinata

Rasanya memang sudah watak bangsa kita yang suka berbuat sadis. Jangankan orang berpendidikan rendah ( tamat SD ), seorang sarjana pun masih mau melakukan tindakan sadis. Sudah watak bangsa, rupanya.