Hobi Pamer Kemesraan di Media Sosial? Ini Kenyataannya

Oleh Ana Fauziyah pada 13 Sep 2017, 21:10 WIB
Hobi Pamer Kemesraan di Media Sosial? Ini Kenyataannya

Liputan6.com, Jakarta Anda pasti pernah melihat foto dan status teman bersama pasangannya di media sosial. Biasanya topik unggahan berkisar tentang liburan bersama, hadiah manis atau ucapan penuh pujian kepada pasangan.

Beberapa dari unggahan tersebut mungkin membuat Anda iri dengan hubungan cinta yang terlihat begitu romantis dan penuh kasih. Namun studi terbaru mengungkap bahwa kenyataanya pasangan yang terlalu sering pamer kebahagiaan dalam hubungan asmara di media sosial ternyata belum tentu bahagia dan rukun.

Ilustrasi Media Sosial (iStockphoto)

Dilansir dari Greatist (Rabu, 13/09/2107), sebuah studi menunjukkan data bahwa penggunaan media sosial sering memiliki korelasi negatif dengan tingkat kepuasan hubungan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa individu dengan banyak profil media sosial sering mengalami peningkatan risiko depresi. Hal ini sangat umum terjadi di kalangan generasi milenial.

A. Rochaun Meadows-Fernandez seorang ahli diversity content mengungkap bahwa mereka yang sering update status romantis secara berlebihan digambarkan sebagai individu yang mencoba menebus kesalahan atau ketidaksempurnaan dalam hubungan cinta mereka lewat media sosial. Apa yang mereka tunjukkan merupakan cara membangun realitas yang diinginkan, namun bukan yang mereka rasakan.

Pamer status asmara di media sosial memicu pertengkaran

Ini alasan mengapa pasangan yang jarang mengumbar dan unggah tentang hubungan cinta di media sosial lebih bahagia.  (iStockphoto)

Meadow-Fernandez juga menyatakan bahwa komentar dan likes di status dianggap sebagai candu yang menyebabkan mereka menikmati pelepasan dopamin untuk menutupi ketidakpastian dalam suatu hubungan.

Lebih lanjut, hal ini menjadikan pelakunya terobsesi dengan likes dan merasa kecewa saat konten mereka tidak mendapat banyak perhatian.

Studi lain yang diterbitkan pada tahun 2016 mengungkapkan bahwa semakin banyak selfie yang diunggah pada akun media sosial, semakin tinggi kemungkinan timbulnya konflik dengan pasangan.

Hal ini biasanya disebabkan karena pasangan tidak segera memberi likes, pasangan tidak merespon saat di-tag, pasangan tidak pernah update tentang hubungan cinta mereka dan lain-lain.

Cara seseorang menggambarkan hubungan mereka di media sosial memang sebuah keputusan pribadi. Bukan berarti jika seseorang pamer kebahagian lantas dicurigai mempunyai masalah. Namun terlalu banyak mengumbar kehidupan pribadi di media sosial bisa menjadi sebuah bumerang. Ada baiknya jika Anda mengungkapkan rasa cinta Anda secara bijak.

Ana Fauziyah

SU YotoSU Yoto

.