Kenali Tanda-Tanda Keuangan Anda Berantakan

Oleh Nabila Mecadinisa pada 28 Agu 2017, 19:50 WIB
Kenali Tanda-Tanda Keuangan Anda Berantakan

Liputan6.com, Jakarta Keuangan yang berantakan akan menimbulkan efek fatal dan butuh waktu untuk memperbaikinya seperti semula.
Oleh karena itu, kita harus mengenali tanda-tanda kalau keuangan berantakan sedari dini. Ibarat kanker, kalau sudah kronis sampai stadium IV, peluang untuk selamat pun makin kecil walau tidak mustahil.
Berikut ini sejumlah tanda keuangan berantakan menurut DuitPintar.com. Coba identifikasi apakah sedang menimpa kita.


1. Gaji hanya numpang lewat
Gaji tiap bulan seharusnya dialokasikan sekian persen untuk tabungan. Kalau gaji hanya numpang lewat tanpa mampir ke rekening, berarti ada yang salah.
Minimal gaji yang disarankan masuk ke tabungan adalah 20 persen. Lebih baik lagi kalau bisa 30 persen. Tabungan ini penting untuk kebutuhan jangka panjang. Misalnya untuk beli rumah atau kendaraan, juga menikah.
Ada pula satu jenis tabungan yang juga disarankan tersedia, yaitu dana darurat. Dana ini digunakan untuk hal yang sifatnya mendesak.

 

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: 

1 of 3

2. Merasa gaji selalu habis tanpa mengetahui ke mana larinya

Pemasukan dan pengeluaran semestinya dicatat dengan baik. Catatan ini berguna untuk melihat performa keuangan dan refleksi untuk pengeluaran selanjutnya.
Umumnya catatan ini bersifat bulanan. Kalau bisa, malah dibuat mingguan juga. Jadi, saat melihat pengeluaran terlalu banyak minggu lalu, bisa langsung mengetatkan ikat pinggang minggu berikutnya.
Rumus dasarnya adalah menyisihkan dulu gaji untuk tabungan. Kemudian, sisanya dimasukkan ke pos pengeluaran. Gunanya adalah mencegah tabungan nol karena kalap belanja.
Misalnya gaji Rp 5 juta. Untuk tabungan Rp 1 juta, cicilan Rp 1,5 juta, pengeluaran Rp 2 juta, lalu investasi Rp 500 ribu.

3. Punya utang atau cicilan lebih dari 30 persen gaji
Maksimal cicilan yang disarankan agar keuangan sehat adalah 30 persen dari gaji. Misalnya gaji Rp 5 juta dan hendak kredit kendaraan, berarti cari yang cicilannya Rp 1,5 juta tiap bulan.
Tujuannya adalah supaya cicilan tidak membebani keuangan. Sebab sekali saja menunggak bayar cicilan, dampaknya akan terasa pada bulan-bulan selanjutnya.
Belum lagi jika si pemberi kredit menggunakan jasa penagih hutang. Apa tidak malu kalau nanti rumah sampai didatangi penagih hutang?

2 of 3

4. Sibuk pinjam uang saat ada kebutuhan mendesak

Rutin ke Pegadaian tiap bulan untuk menggadaikan dan menebus barang? Itu bisa jadi salah satu tanda keuangan Anda berantakan.
Apalagi jika mencari pinjaman terus ketika ada kebutuhan mendesak. Sekali atau dua kali pinjam uang mungkin masih wajar, asal dilunasi. Tapi kalau sudah jadi rutinitas, ini yang berbahaya. Lebih baik cari rutinitas yang lebih bermanfaat ya.

5. Belum terpikir untuk investasi
Jangankan investasi, gaji sebulan bisa cukup saja sudah bersyukur. Ini yang harus dihindari. Zaman sekarang, investasi makin banyak caranya dan makin mudah.
Mau yang paling simpel, bisa investasi emas atau deposito. Tapi return alias imbal hasilnya minimal. Kalau mau yang lebih besar, bisa dicoba reksa dana.

Investasi reksa dana tidak perlu modal besar, bahkan di bawah Rp 1 juta. Ada bantuan dari manajer investasi pula. Jadi tak perlu pusing tiap hari memantau bursa saham untuk menentukan mana saham yang mesti dibeli.
Tiap orang wajib mengatur keuangan agar tak berantakan. Apalagi bagi yang sudah berkeluarga. Tanggung jawab bukan hanya untuk satu kepala, tapi lebih.
Untuk yang sekarang masih lajang dan belum punya rencana keuangan, segera ubah kebiasaan itu. Daripada sudah kebablasan, akan susah membenahi keuangan yang terlanjur berantakan.

 

Lanjutkan Membaca ↓