Perayaan Waisak yang Menakjubkan di Berbagai Negara

Oleh Ahmad Ibo pada 12 Mei 2017, 15:00 WIB
20160522- Kelap-kelip Lampion di Langit Borobodur-Jateng- Boy Harjanto

Liputan6.com, Jakarta Tiap tahun saat perayaan Waisak, Candi Borobudur selalu menjadi destinasi wisata yang dikunjungi banyak orang. Hal tersebut bukan tanpa sebab, pasalnya candi ini selalu menyajikan atraksi wisata yang memukau saat Waisak, salah satunya adalah pelepasan lampion saat malam hari.

Menurut pantauan Liputan6.com saat perayaan Waisak 2017, sebanyak 2.000 lampion diterbangkan ke langit. Kegiatan tersebut dipusatkan di Taman Aksobhya yang berada di sebelah tenggara Candi Borobudur. Uniknya, tiap pengunjung juga berkesempatan melepaskan satu lampion.

Keseruan perayaan Waisak juga terjadi di beberapa negara Asia, sebagai pusat ajaran Buddha di dunia. Dari mulai Thailand, Korea Selatan, Myanmar, hingga Tiongkok, dan Malaysia, tiap negara ini juga memiliki beragam tradisi unik menyangkut perayaan Waisak.

Seperti yang diberitakan laman CNN, Kamis (11/5/2017), di Tiongkok perayaan Waisak dipusatkan di sekitar kuil Buddha, oterlihat orang-orang menyalakan dupa dan meninggalkan sesajian. Berbeda dengan Korea Selatan, negeri ginseng ini punya cara tersendiri dalam merayakan Waisak, yaitu dengan menggelar Lotus Lantern Festival yang digelar di Kuil Jogyesa Seoul.

Pada festival tersebut, ribuan lentera kertas warna-warni bertebaran menghiasi kuil. Tak hanya itu, penjaga kuil tiap perayaan Waisak juga akan membagikan teh hangat kepada mereka yang berkunjung.

Sementara di Sri Langka, tiap perayaan Waisak orang-orang menghias rumah mereka dengan lampion kertas. Kuil Buddha Gangaramay Kolombo yang paling terkenal di negara tersebut, selalu menyelenggarakan festival Waisak yang berwarna-warni. Di Malaysia, umat Buddha tiap Waisak menggelar teatrikal “Sunning Buddha” di Kuil Himalaya, yaitu para biksu menempatkan sebuah lukisan Buddha di bawah sinar matahari untuk menyerap kekuatannya. Energi tersebut diyakini dapat menyerap perdamaian, kesehatan, dan harmoni sepanjang tahun.

Di Nepal, di tempat Buddha konon dilahirkan, ribuan umat Buddha berduyun-duyun ke Lumbini, tempat kelahiran Buddha.