Sosok Kartini Dimata Tiga Atlet Bulu Tangkis Wanita

Oleh Meita Fajriana pada 26 Apr 2017, 06:30 WIB
Sosok Kartini Dimata Tiga Atlet Bulu Tangkis Wanita

Liputan6.com, Jakarta Tepat tanggal 21 April semua wanita di Indonesia merayakan Hari Kartini. Bukan hanya sebuah perayaan, momen ini juga dijadikan kilas balik dan mengingat kembali, sudahkah kita melakukan hal positif yang memerdekakan diri serta menginspirasi sekitar. Tidak harus berjuang seperti Kartini dimasanya. Pada zaman urban ini, tantangan Kartini muda tentu berbeda.

Kebebasan wanita dapat diekspresikan dalam berbagai hal, salah satunya didunia olahraga. Seperti yang diungkapkan oleh tiga atlet Nasional wanita dari cabang olahraga bulutangkis yaitu Bellaetrix Manuputty, Adriyanti Firdasari, Lindaweny Fanetri. Mereka menginspirasi wanita Indonesia lainnya melalui kisah mereka berperan sebagai atlet wanita yang saat ini sudah memiliki porsi yang setara dengan kaum pria.

Berikut kisah dan ungkapan tiga atlet bulu tangkis wanita tentang Kartini di masa sekarang.

"Saya sudah mulai berlatih bulu tangkis sejak usia 8 tahun. Semakin lama saya semakin jatuh cinta dengan cabang olahraga ini. Meski proses latihan berat bahkan saat lelah dan kalah, semangat saya menurun, saya tetap memotivasi diri untuk kembali bangkit," kata Bellaetrix saat menghadiri perayaan Hari Kartini dari brand sepatu Keds, Jumat (22/4/2017), di Plaza Indonesia. 

Mereka juga melakukan hal yang mereka yakin benar dengan sepenuh hati. Hal ini dapat dijadikan contoh bagi kaum wanita lainnya dalam bidang apapun. Selain menginspirasi orang-orang sekitar baik itu teman, keluarga, dan rekan kerja, hal yang terpenting Anda dapat merasakan kepuasan terhadap diri sendiri.

"Yang paling membuat saya puas ketika lagu Indonesia Raya berkumandang di negara lain. Saat itu saya merasakan perasaan yang luar biasa dan tentu saja bangga bisa membawa nama bangsa ke dunia," kata Firdasari.

Berikut kisah dan ungkapan tiga atlet bulu tangkis wanita tentang Kartini di masa sekarang.

Usaha demi usaha dilakukan oleh ketiga atlet wanita ini. Hal ini tentu tidak selalu mudah saat dijalani. Proses latihan yang berat dan kekalahan saat pertandingan terkadang menjadi tantangan tersendiri. Namun mereka tetap memberikan yang terbaik untuk Negeri.

"Tantangan terberat adalah berperang dengan diri sendiri. Terkadang sempat bosan dengan rutinitas yang selalu sama setiap harinya. Terlebih saat kalah kecewa, bahkan sampai tidak makan berhari-hari. Untuk bangkit kembali perlu waktu untuk berdamai dengan diri sendiri," kata Lindaweny.

Pada momen perayaan Hari Kartini ini, ketiga atlet cantik ini mengajak para wanita Indonesia untuk berani menggapai mimpi, berani melakukan apapun untuk mewujudkan keinginan tanpa ada batasan. Karena Kartini masa kini adalah diri kita sendiri yang berjuang untuk kebebasan melakukan hal-hal terbaik dan positif dalam hidup.

Berikut kisah dan ungkapan tiga atlet bulu tangkis wanita tentang Kartini di masa sekarang.

"Pesan aku lakukan yang terbaik untuk hasil yang lebih baik. Berikan usaha maksimal hasilnya pasti akan mengikuti," tutur Bellaetrix.

Begitu juga dengan Firdasari. Atlet cantik yang telah menyumbangkan sejumlah emas di pertandingan internasional ini mengungkapkan mimpi adalah awal sebuah keberhasilan.

"Aku anaknya suka bermimpi. Jadi pesan aku untuk Kartini saat ini jangan pernah berhenti untuk bermimpi. Karena segala pencapaian diawali dari mimpi," kata Firdasari.

Sementara Lindaweny mengajak Kartini muda saat ini untuk mulai menentukan target setinggi-tingginya. Hal ini bisa dilakukan mulai dari sekarang.

"Tentukan target hidup kita. Buat target setinggi-tingginya. Kalau sudah ada target sebagai tujuan pasti kita Anda bekerja keras untuk menggapainya," tutupnya.